Posting Reuni 212 untuk Menggulingkan Pemerintah, Polres Binjai Tutup Akun IG

Posting Reuni 212 untuk Menggulingkan Pemerintah, Polres Binjai Tutup Akun IG

Polres Binjai menutup akun Instagram mereka usai memposting reuni 212 untuk menggulingkan pemerintah.

Polres Binjai Tutup Akun Instagram Usai Posting Reuni 212 untuk Menggulingkan Pemerintah

Konten.co.id – Postingan flyer kampanye ketertiban yang diunggah akun sosial media Polres Binjai tentang tujuan reuni 212 digunakan untuk menggulingkan pemerintah menimbulkan polemik.

Ramainya polemik tersebut diduga membuat pihak Polres Binjai menutup akun mereka.

Hal ini pun direspon langsung oleh akun @Opposite6890. “Setelah membuat gaduh dengan opini sesat. Akun Polres Binjai tutup akun. Tanpa permintaan maaf dan klarifikasi,” cuitnya.

Akun opposite pun menilai admin akun Polres Binjai punya tim IT dari Cina.

“Kelihatannya ada Team IT baru dari China, Oh ya Boss @HumasResBinjai
meeting nya kok pindah pindah ? Selamat menikmati Kopi Massa Kok Tong.
Sorry Boss, CCTV nya bocor,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya jelang reuni akbar 212, postingan flyer kampanye ketertiban di akun instagram milik Polres Binjai @tribrataresbinjai menimbulkan polemik.

Admin akun tersebut memposting sebuah foto yang bertuliskan “Tujuan tersembunyi reuni 212. Gerakan Reuni 212 berusaha menggerakkan masyarakat ekonomi kelas menengah dan bawah untuk berupaya menggulingkan pemerintahan dengan cara-cara serupa Hizbut Tahrir di Suriah. Alwi Shihab,” pada hari Minggu (25/11/2019).

Namun foto tersebut kini telah dihapus dan tidak ada didalam akun instagram dan Twitter tribrataresbinjai.

Akibat unggahan tersebut, menimbulkan banyak keresahan. Bahkan akun @ opposite6890 meminta Polres Binjai untuk segera mengklarifikasi postingan tersebut.

“Jika Polda Metro Jaya sudah mengeluarkan izin pelaksanaan Reuni 212 begitu pula dengan izin Pemda DKI Jakarta mengapa masih ada Polres yang menggiring opini buruk dan menuduh pelaksanaan reuni 212 ingin menggulingkan pemerintah,” bunyi pernyataan akun opposite dalam sebuah video.

“Sebelum pelaksanaan acara reuni akbar 212, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai rasa cinta terhadap Indonesia. Apa alasan Polres Binjai menyatakan, bahwa pelaksanaan reuni akbar 212 adalah upaya menggulingkan pemerintah dengan cara serupa di Syuriah?,” tambahnya.

Sementara Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai Sani Abdul Fatah mengaku akan menempuh jalur hukum terkait postingan tersebut.

Hal ini menurutnya sudah menyakiti hati peserta Reuni akbar 212.

“Kami Tidak akan diam. kami akan tempuh jalur hukum atas provokasi ini,” katanya.

“Kampanye ketertiban yang beredar di instagram itu sungguh melukai hati kami. Pasalnya, umat yang sudah mulai menata kekondusifan kok malah dipecah lagi lewat kampanye Polres Binjai,” tambahnya.

Ia mengatakan kalau admin akun medsos tersebut berlebihan. Terlebih reuni tersebut sudah mengantongi izin dari Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta.

“Bukankah Reuni 212 di Jakarta sudah mengantongi izin dari Kepolisian dan Pemprov DKI. Kenapa kok dengan beraninya Polres Binjai mengeluarkan berita HOAX kek gini?” tanya Sani.

Postingan tersebut, menurut Sani adalah sebuah fitnah yang diarahkan kepada calon peserta reuni.

“Ini fitnah. Kami sangat marah dengan hal ini. Nampaknya Polres Binjai ini sangat benci dengan Aksi 212 i. Dan ini jelas-jelas dapat merusak citra Polri itu sendiri,” kata Sani. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *