Perempuan Kristen Koptik di Mesir Gugat Hukum Waris Islam

Perempuan Kristen Koptik di Mesir Gugat Hukum Waris Islam

Dinilai tidak adil bagi minoritas, hukum waris di Mesir digugat oleh Huda Nasrallah yang seorang Kristen Koptik.

Dipandang Tidak Adil, Hukum Waris Islam Digugat Seorang Kristen Koptik

Konten.co.id – Huda Nasrallah seorang perempuan Kristen Koptik menggugat hukum waris yang bersandar pada syariat Islam di Mesir. Ia menilai hukum itu tidak adil yang menjadikan perempuan hanya menerima separuh harta waris dibandingkan laki-laki.

Huda sudah berhadapan dengan tiga hakim berbeda untuk menuntut pembagian harta waris yang lebih adil. Gugatannya itu berlangsung setelah ayahnya meninggal dunia. Ia tidak mendapatkan bagian seperti kedua saudara laki-lakinya yang mendapatkan rumah.

Gugatannya itu justru didukung juga oleh kedua saudaranya, namun ia gagal memenangkan gugatannya karena bertentangan dengan Syariah Islam.
Tak sampai disitu, ia kemudian membawa gugatannya ke Mahkamah Agung. Dasar dari gugatan Huda adalah bahwa pada ajaran Kristen yang membagi adil harta waris.

“Gugatan ini bukan soal hak waris sebenarnya. Ayah kami kan tidak meninggalkan uang satu juta Pound Mesir” kisahnya kepada Associated Press. “Tapi saya punya hak untuk meminta diperlakukan adil seperti kedua saudara saya.” Ucap perempuan yangg juga bekerja sebagai Advokat HAM.

Ia berusaha memanfaatkan doktrin gereja yang mendorong kesetaraan gender, dirinya mengaku sengaja membangun argumen berdasarkan prinsip agama karena ia yakin hakim akan menghormati gugatan yang berasal dari komunitas Koptik.

Huda juga mengklaim banyaknya laki-laki Koptik yang lebih memlih hukum waris Islam karena lebih diuntungkan.

Meski mendapat kewenangan untuk mengatur masalah pernikahan dan perceraian, Gereja Koptik Mesir tidak berdaya dalam hal hak waris. Kelompok minoritas itu dilarang melakukan pernikahan antaragama dan terancam dipenjara jika kedapatan mengajak seorang muslim agar pindah agama.

Kolumnis harian di Al-Masry al-Youm, Karima Kamal menilai perempuan penganut Kristen Koptik banyak menghadapi diskriminasi ganda, lantaran hukum yang berpihak.

“Anda tidak seharusnya memaksakan hukum milik satu keyakinan kepada penganut keyakinan lain,” ungkap Karima.

Huda juga mengklaim banyaknya laki-laki Koptik yang lebih memlih hukum waris Islam karena lebih diuntungkan.

Penulis : ALG

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *