Penyebab Tagar #RakyatTolakKerasFPI Jadi Trending di Twitter

Penyebab Tagar #RakyatTolakKerasFPI Jadi Trending di Twitter

Menag Fahrul Razi memberikan izin FPI membuat rakyat menggaungkan tagar #RakyatTolakKerasFPI.

Izin FPI Diperpanjang, Netizen Trendingkan Tagar #RakyatTolakKerasFPI

Konten.co.id – Izin Front Pembela Islam (FPI) akan diperpanjang. Akibatnya netizen dan rakyat pun meradang dengan menggaungkan tagar #RakyatTolakKerasFPI.

Sebanyak 7 ribu cuitan menggunakan tagar ini.“Saat debat, @eko_kuntadhi ke FPI: Setuju gak Presiden kita disebut Rizieq Shihab Illegal ?
FPI: Setuju (sambil nyengir)
Eko: Kalau setuju ngapain FPI mikirin ngurus yang legal ? FPI : #{%}{%]]*]+[ #RakyatTolakKerasFPI,” cuit @yusuf_dumdum.

“Tim hukum FPI membenarkan pernyataan Rizieq Shihab yg menyebutkan Presiden Jokowi adalah ilegal & Pemerintahan Jokowi ilegal Ormas sdh terang2an menganggap pemerintah ilegal kok msh eksis di NKRI.? Terlalu bodoh klo ijin diperpanjang.! @Kemenag_RI

RakyatTolakKerasFPI,” cuit @RizmaWidiono

“#RakyatTolakKerasFPI SKT Ormas berlaku hingga 5 Th terhitung sejak tgl terdaftar. Jika diperpanjang maka FPI akan mjd penghalang utama Visi & Misi Presiden @jokowi FPI jelas2 Ormas Radikal & telah berbaiat pd Khilafah ISIS.. Cc: @Kemenag_RI @PolhukamRI,” cuit @7intaPutih

Tagar ini sendiri jadi trending sebagai penolakan perpanjangan izin FPI di Indonesia. Diketahui sejak izin FPI habis pada bulan Juni 2019, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) FPI belum juga keluar.

Akan tetapi, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengaku akan menjadi orang pertama yang akan mendukung izin FPI diperpanjang. Bahkan, lanjutnya, SKT FPI telah masuk tahap final.

“Kami udah mengkaji, kami udah final, memang ada proses selanjutnya,” kata Fachrul.

Fachrul menjelaskan, jika masih ada masalah pada beberapa poin AD/ART bisa didiskusikan lebih lanjut dengan FPI. Sehingga poin yang dipermasalahkan bisa ditemukan penyelesaiannya.

“Misalnya kan saya sependapat tadi kan ada apa Mendagri mengatakan ada poin-poin yang masih diragukan, ya kita deal aja dengan dia, bisa nggak Anda mengubah ini jadi begini gitu. Jadi enteng-enteng ajalah kita menata hidup,” ungkapnya.

Dia juga menegaskan AD/ART FPI berbeda dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Ya paham saya, masih menyebut itu, meskipun kami tanya penjelasannya itu yang dimaksud beda dengan HTI, setelah kita baca berbeda dengan HTI,” ucapnya.

“Kemudian dia sudah kita ikat, oke. Kalau ini kita ragukan apa yang kamu bisa komitmen terhadap kami? Kami buat pernyataan bahwa kami setia pada NKRI dan Pancasila,” ucapnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *