Penyebab Tagar #BoikotSampoerna Trending di Twitter

Penyebab Tagar #BoikotSampoerna Trending di Twitter

PT AHM Sampoerna Tbk dituding banyak merugikan petani dan buruh, tagar #BoikotSampoerna pun menjadi trending di Twitter

Diduga Banyak Merugikan Petani dan Buruh, Tagar #BoikotSampoerna Trending

Konten.co.id – Tagar Boikot Sampoerna mencuat dan trending di lini masa Twitter, hingga saat berita ini diturunkan, terdapat lebih dari 2.000 twit dicuitkan dengan #BoikotSampoerna.

Tagar tersebut diduga karena PT HM Sampoerna Tbk melakukan bisnis yang tidak sehat salah satunya adalah menggunakan sistem outsourching yang banyak merugikan buruh.

Akun Twitter @LaskarKretek mengunggah kultweet dengan tagar boikot Sampoerna dan membeberkan alasan mengapa Sampoerna perlu diboikot.

Diantara cuitan pertamanya yang menggunakan tagar boikot Sampoerna, Laskar kretek mengungkap kembali kasus 2014 lalu, soal penutupan pabrik rokok PT HM Sampoerna di Jember. Menurutnya penutupan pabrik tersebut disyukuri oleh petani tembakau di Jember.

“Karena menurut para petani pabrik milik Sampoerna itu menyerap banyak tembakau impor, sementara tembakau di sekitar tidak terserap #BoikotSampoerna,” cuitnya.

Menurutnya petani tembakau di Jember tidak terganggu atas penutupan pabrik tersebut, sebab masih banyak pabrikan lainnya yang bersedia menerima tembakau dari petani Jember.

Laskar Kretek kembali mengunggah kasus Sampoerna yang di demo pada 3 September 2012 lalu di Lumajang. Dalam demo itu petani menuding bahwa perusahaan penyuplai tembakau, PT HM Sampoerna Tbk memainkan standar kualitas tembakau yang menyebabkan banyak petani merugi.

Wahyudi, salah seorang perwakilan petani tembakau, mengatakan ada dugaan manipulasi harga dan kongkalikong dalam penetapan harga tembakau yang dibeli berdasarkan grade atau kelas tembakau. “Manipulasi ini karena tidak ada transparansi grade,” katanya dilansir Tempo 3 September 2012 lalu.

Sisi Ketenaga Kerjaan
Laskar Kretek yang mengklaim sebagai keluarga petani tembakau itu juga menyoal perihal sistem oursource yang dilanggar oleh Sampoerna.

“Karena tidak boleh di outsource penyerahan pekerjaan utama (core bisnis) kepada MPS sebagai pihak ketiga , seperti yang dilakukan Sampoerna ini, maka diduga melanggar Pasal 66 UU 13 / 2003 Junto Permenakertrans No 109 / 2012. #BoikotSampoerna.” Cuit @Laskar Kretek.

Cuitan lain diunggah oleh akun @Tuju Widodo, ia menyebutkan sistem outsourching yang digunakan Mitra Produksi Sampoerna yang dituding menguntungkan Sampoerna.

“Sampoerna selalu membanggakan tenaga kerja besar(nya). Dengan segala macam kebanggaan memiliki hampir 50 ribu tenaga kerja. Padahal pada praktiknya, Samporna menggunakan sistem Mitra Produksi Sampoerna (MPS) untuk urusan ketenagakerjaan,” tulisnya.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *