Nunggak Uang Bangunan, SMA di Tasikmalaya Tahan Kartu Ujian Siswanya

Nunggak Uang Bangunan, SMA di Tasikmalaya Tahan Kartu Ujian Siswanya

Salah satu SMA di Tasikmalaya diduga menahan kartu ujian siswanya, dengan alasan siswa belum membayar iuran gedung sekolah.

Miris, Karena Nunggak Uang Bangunan, SMA di TAsikmalaya Tahan Kartu Ujian Siswanya

Konten.co.id – Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) favorit di Tasikmalaya diduga menahan kartu ujian siswanya dengan alasan siswa belum membayar iuran pungutan gedung sekolah.

Menurut pengakuan orang tua murid, Nanang Nurjamil, merasa terkejut saat mengetahui kartu ujian anaknya ditahan pihak sekolah.

“Ya benar tadi saya mendapatkan informasi dari anak saya sendiri katanya dia belum mendapatkan kartu ujian karena belum membayar uang pembangunan, ” ungkap Nanang, Jumat (29/11).

Nanang yang juga aktivis senior Tasikmalaya itu menjelaskan, pungutan untuk alasan pembangunan gedung itu sebenarnya sudah tidak diperbolehkan lagi, baik yang dipungut oleh komite sekolah maupun oleh sekolah itu sendiri.

Ia membeberkan, berdasarkan aturan pemerintah, sebetulnya ketentuan yang diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 10 ayat (1) yang menegaskan bahwa Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya.

Komite sekolah hanya boleh melakukan penggalangan dana dari bantuan atau sumbangan, begitupun dalam Permendikbud nomor 51Tahun 2018 yang kemudian diubah menjadi Permendikbud nomor 20 Tahun 2019 terkait dengan PPDB 2019.

“nampaknya fakta sampai hari ini masih banyak sekolah-sekolah yang masih tetap saja melakukan pungutan. Padahal sebenarnya sudah dilarang, apalagi untuk sekolah negeri,” tutur Nanang.

“Kasihan anak anak sekolah kalau sampai tidak bisa ikut ujian hanya karena persoalan pungutan yg tidak jelas regulasinya, juga kasihan kepada para orangtua murid yg belum punya uang atau memang secara ekonomi kurang mampu,” pungkas Nanang.

Sementara itu salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya, mengeluhkan soal kartu ujian yang harus ditebus.

”Ya masa sekarang ngambil kartu ujian saja harus bayar, belum lagi sekarang perbulan harus bayar Rp. 70 ribu,” katanya. (*)

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan