Kurangi Emisi Gas Karbon, Cak Imin Ajak Negara Eropa Pakai Biofuel

Kurangi Emisi Gas Karbon, Cak Imin Ajak Negara Eropa Pakai Biofuel

Cara Indonesia kurangi gas karbon dengan menggunakan Biofule pun diminta agar negara Eropa bebas emisi gas karbon.

Cak Imin Ajak Negara Eropa Kurangi Emisi Gas Karbon dengan Pakai Biofuel

Konten.co.id – Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengajak negara-negara Eropa agar berinvestasi ke Indonesia untuk membantu mengurangi emisi gas karbon secara global.

Ia mengatakan Indonesia berkomitmen menurunkan kadar emisi gas karbon sebesar 29 persen sampai tahun 2030 dengan usaha menggalakkan bahan bakar nabati (biofuel)

“Caranya dengan transformasi dari kendaraan berbasis BBM fosil (pertalite, solar, pertamax) ke berbahan listrik atau biofuel. Maka, sekalian saya ajak berinvestasi, minimal yang hybrid-lah,” kata Cak Imin di sela-sela acara sambutan tuan rumah Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenković pada forum partai masyarakat Eropa (Europeans People’s Party/ EPP) di Zagreb, Kroasia, Rabu (21/11/2019).

“Biofuel dari sawit pun sedang kita genjot terus. Tahun depan B30 sudah mandatory, artinya pemerintah RI siap memberi insentif dan kemudahan pengembangan jenis ini secara optimal,” tambahnya.

Sektor transportasi, lanjutnya, sangat potensial memberi sumbangan dalam mengatasi peningkatan emisi gas karbon secara global.

Kendaraan dan bahan bakar yang digunakan sangat menentukan seberapa besar emisi gas karbon yang dilepaskan. Saat ini pemerintah tengah berupaya menekan impor solar agar masyarakat bisa segera beralih dari bahan bakar tersebut.

“Tahun 2020 saya hampir yakin kita bisa stop impor solar. Paling-paling ya hanya meneruskan kontrak impor yang lama. Duitnya bisa digeser untuk menambal BPJS, menambah kepesertaan kartu pra kerja. Macam-macamlah,” imbuhnya.

​Meski usaha menekan konsumsi bahan bakar fosil dilakukan, namun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Indonesia saat ini masih berada di urutan ke-12 penyumbang emisi global terbesar.

Dibawah Cina, Amerika Serikat, India, Rusia, Jepang, Jerman, Iran, Arab Saudi, dan seterusnya.

“Karhutla kita membuat ranking ini agak sulit turun. Maka itu betul-betul penegakan hukumnya harus serius agar target penurunan emisi bisa tercapai,” kata Cak Imin.

Cak Imin sendiri diundang menghadiri konsolidasi partai-partai masyarakat Eropa sejak 19-21 November di Kroasia, yang membahas isu lingkungan hidup.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain negara Austria, Jerman, Italia, Perancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Swiss dan lain-lain. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *