Kilas Balik Ciputra, Anak Melarat jadi Bos Properti Indonesia

Kilas Balik Ciputra, Anak Melarat jadi Bos Properti Indonesia

Untuk menjadi pengusaha masa kini, Ciputra harus melewati berbagai kesulitan dan rintangan bahkan hidup susah.

Ciputra, Dari Hidup Melarat Sampai Jadi Bos Properti di Indonesia

Konten.co.id – Chairman dan Founder Ciputra Group, Ir Ciputra, meninggal dunia di Singapura hari Rabu (27/11/2019) pukul 01.05 waktu setempat. Ia dikenal sebagai pemilik usaha properti terkemuka di Indonesia.

Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, Serpong, perumahan Kedoya Garden, Wesling Apartment, Perumahan Kembangan Baru, Green Court Residences, CREA Resort Office Bali, Bintaro dan Ciputra World II adalah hasil usahanya.

Selain itu, perumahan Springhill Golf Residences, Royale Springhill Apartment, The Boutique Apartment and Office Park Kemayoran.

Ciputra Group juga mengembangkan proyek Ciputra Hanoi International City, Grand Phnom Penh International City di Kamboja, dan Grang Shenyang International City di Cina.

Ciputra juga mendirikan Rumah Sakit Ciputra di Cengkareng dan Universitas Ciputra juga jadi sumbangsihnya untuk pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Tapi tahukah anda kalau pria yang satu ini dulunya bukanlah siapa-siapa?. pria kelahiran Parigi, 24 Agustus 1931 ini merupakan bungsu dari empat bersaudara.

Dia menghabiskan masa kecilnya di Kampung Pepaya, Parigi, Sulawesi Tengah. Dalam salah satu artikel Harian Kompas yang terbit 24 November 1985, Ciputra menceritakan masa kecilnya yang harus melakukan berbagai pekerjaan pada usia yang masih belia.

Saat masih 12 tahun, dia harus berkebun dan menjadi kepala rumah tangga sekaligus. Sang ayah bahkan harus pergi meninggalkan keluarga setelah diseret paksa oleh Jepang. Sejak saat itu, Ciputra tidak pernah bertemu dengan ayahnya lagi.

Meski harus bekerja, Ciputra kecil tidak melupakan pendidikan. Selepas menyelesaikan masa SMA, dia kemudian pergi ke Bandung melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung, tepatnya di jurusan arsitektur. Dia lulus pada tahun 1960

Ada satu fakta yang patut anda ketahui. Sebelum menjadi taipan properti, ternyata suami dari Dian Sumeler ini pernah mencicipi dunia atletik. Ia tercatat sebagai atlet lari jarak 1.500 meter pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-3.

“Saya dulu menikmati hobi dan olahraga lari untuk kesehatan dan bisa memberikan prestasi buat orang tua dan diri saya sendiri,” katanya dalam wawancara khusus dengan Kompas edisi 19 Januari 1992.

Sifat berlomba inilah yang mengantarkannya menekuni dunia bisnis yang serba kompetitif. Menurut Ciputra, entrepreneurship merupakan ilmu kehidupan. Lima puluh tahun silam, kata dia, dirinya “buta” tentang entrepreneur. “Tapi, setelah saya menjalankannya, saya bisa,” kata dia Senin, 17 Februari 2019.

Ciputra sendiri merupakan sosok di balik pendirian PT Pembangunan Jaya pada 1961. Bersama dengan perusahaan ini, dia bermitra dengan Pemda DKI Jakarta. PT Pembangunan Jaya bergerak di bidang real estate, kontraktor, perhotelam, baja, alumunium, tempat hiburan, perdagangan.

Salah satu hasil karya PT Pembangunan Jaya yang terkenal adalah proyek Ancol. Ciputra yang kala itu menjabat sebagai direktur mengatakan proyek ini menghabiskan biaya antara Rp 2 miliar hingga Rp 4 miliar.

Setelah itu berturut-turut Ciputra mendirikan mendirikan Metropolitan Kencana bersama dengan teman-temannya pada tahun 1971. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1981, Ciputra membangun Grup Ciputra yang merupakan perusahaan keluaarga dan dikendalikan oleh anak, menantu, cucu sekaligus para profesional.

Pada tahun 1981 Ciputra dan anak-anaknya mendirikan PT Citra Habitat Indonesia (CHI). Pada 1990, PT CHI berubah nama menjadi PT Ciputra Development dengan tiga divisi, serta membawahi 4 anak usaha yang tergabung dalam Ciputra Grup.

Dengan berbagai perannya dalam bidang properti, Ciputra pernah menerima peghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI pada 1995 dan segudang penghargaan dari lembaga dalam serta luar negeri.

Selain itu ada dua penghargaan yang paling membuatnya bahagia adalah The BrandLaureate Hall of Fame-Lifetime Achievement Brand Icon Leadership Award, dan The BreandLaureate Book of World Records.

Menurut Ciputra, dua penghargaan ini sangat diharapkannya sejak dulu, karena sangat penting demi meningkatkan brand Ciputra di panggung kompetisi bisnis global.

Dengan telah membidani kelahiran 80 proyek perumahan yang tersebar di seluruh Nusantara, Ciputra pun tercatat sebagai seorang pengusaha yang memiliki kekayaan puluhan triliun.

Melansir Forbes, aset Ciputra mencapai 1,4 miliar dollar AS atau setara Rp 20,7 triliun. Forbes bahkan mencantumkan namanya di urutan ke-21 dalam daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2017.

Ia mengatakan untuk menjadi enterpreneur tidaklah mudah. Membutuhkan banyak usaha. “Entrepreneur sesungguhnya tidak belajar di belakang meja, tetapi langsung praktek di lapangan,” kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (20/1/2017).

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, lanjut Ciputra, ada beberapa kunci. Utamanya kita wajib punya keinginan kuat, semangat, dan keberanian mengambil risiko.

Sebab, sukses-tidaknya seorang entrepreneur juga ditentukan dari kemauannya untuk belajar dengan melihat pengalaman orang lain yang sukses. “Sampai sekarang saya selalu melihat dan mempelajari orang-orang yang berhasil,” ujarnya.

Ciputra juga menekankan jiwa kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur. Sikap ini, menurut dia, menjadi modal seorang entrepreneur untuk meraih kesuksesan di pasar lokal juga pasar global. “Kalau belum bisa jadi leader di pasar dalam negeri, jangan coba-coba bersaing di pasar luar negeri,” kata Ciputra.

Kini sang pelari dan maestro bisnis properti Indonesia Ir Ciputra telah tiada. Bisnisnya selalu jadi kenangan.

Selamat jalan Ciputra, sang pelari yang sukses jadi bos properti indonesia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *