Kemen PPPA Lakukan Trauma Healing Pada Anak Wamema

Kemen PPPA Lakukan Trauma Healing Pada Anak Wamema

Ketika konflik sosial terjadi, perempuan dan anak menjadi korban yang paling rentan merasakan akibatnya.

Kemen PPPA Lakukan Trauma Healing Pada Anak Korban Kerusuhan Wamena

Konten.co.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak melakukan dukungan psikososial bagi anak korban kerusuhan Wamena, kegiatan tersebut bertemakan “Putra Putri Wamena Mengurai Asa” Jaya Wijaya, Papua, Minggu (24/11).

Kegiatan itu bertujuan untuk mengurangi trauma dengan mengembalikan semangat anak-anak Wamena beraktifitas dan belajar.

Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti mengatakan, anak-anak dan perempuan menjadi korban yang paling rentan terkena trauma apabila sedang menghadapi konflik.

“ketika konflik sosial terjadi, perempuan dan anak menjadi korban yang paling rentan merasakan akibatnya,” katanya dalam laporan tertulis.

Menurutnya, Selain keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan dan pelayanan kesehatan, anak juga mengalami keterbatasan terhadap akses pendidikan dan perolehan informasi yang di akses melalui media sosial belum tentu valid.

Dalam sesi FGD yang melibatkan 15 anak di Wamena, terungkap masih ada anak–anak Wamena yang masih khawatir dan takut kerusuhan kembali terjadi. Hal tersebut juga didapat dari pengalaman anak ketika melihat temannya yang menjadi korban kerusuhan, mereka merasa sedih karena banyak teman-temannya yang pindah sekolah dan sebagian besar guru-gurunya di sekolah belum kembali mengajar.

Pemberian dukungan psikososial yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak difokuskan bagi anak usia remaja, hal tersebut dilakukan karena aktivitas mereka jadi berkurang karena masih alami trauma.

Selain pembelajaran stabilisasi emosi, Kemen PPPA juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah dan peralatan olahraga untuk kembalikan semangat mereka.(*)

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *