Joker Belum Usai, Meme Anies Baswedan Seperti Gogon Viral

Joker Belum Usai, Meme Anies Baswedan Seperti Gogon Viral

Singgung masalah APBD, Netizen kembali unggah meme gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti Gogon.

Joker Belum Usai, Netizen Unggah Meme Anies Baswedan Seperti Gogon

Konten.co.id – Belum usai meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan layaknya Joker yang menyeret Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, kini salah satu netizen dengan akun Twitter @apocalypsoblitz justru membuat gaduh.

Ia memposting meme Anies dengan rambut jambul berwarna kuning dan kumis seperti pelawak Gogon.

“aku geraaaahhhh, dua tahun aman aman aja, bancakan lancar, ngegarong APBD gampang, kongkalingkong mark up anggaran gak ada yg awasin, kenapa tahun ini susyyaaaah sekali ya, kenapa????”

Didalam meme tersebut juga ada tulisan” Masalah bisa membuat kita semakin dewasa, maka sering-seringlah bermasalah”

Diduga meme ini digunakan untuk menyindir masalah anggaran besar DKI Jakarta yang kini jadi tanggung jawab Anies Baswedan.

Bahkan masalah anggaran membengkak ini pun membawa anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana akan dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta karena dianggap telah melanggar kode etik anggota dewan.

Tuduhan deretan anggaran janggal dalam rancangan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2020 yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya dinilai telah melanggar kode etik.

Seperti diketahui, melalui akun Twitter-nya, politikus 22 tahun itu menuduh banyak anggaran janggal dalam rancangan KUA-PPAS 2020. Misalnya anggaran pembelian lem Aibon Rp 82 miliar, anggaran ballpoint Rp 12,4 miliar di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.

Selain itu ada juga pembelian 7.313 unit komputer dan beberapa unit server senilai Rp 121 miliar.

“Ulah William pun akhirnya menimbulkan kegaduhan serta opini negatif. Seolah-olah Gubernur DKI Anies Baswedan tidak transparan dan tidak becus mengontrol anggaran,” kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto.

Sugiyanto mengungkapkan, karena Tata Tertib DPRD yang baru belum disahkan dalam rapat paripurna, BK bisa menggunakan Peraturan DPRD Provinsi DKI Jakarta No. 1 Tahun 2014 Tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Dalam aturan tersebut pada pasal 27 ayat (1) disebutkan “Setiap anggota DPRD dalam rapat DPRD berhak mengajukan usulan dan pendapat baik kepada pemerintah daerah maupun kepada pimpinan DPRD”.

Pada ayat (2) ditegaskan, “Usulan dan pendapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan dengan memperhatikan tata krama, etika, moral, sopan santun dan kepatuhan sesuai kode etik DPRD”.

“Diduga kuat dalam menyampaikan pendapatnya, anggota DPRD Fraksi PSI William Aditya Sarana tidak memperhatikan tata krama, etika, moral, sopan santun, dan kepatuhan sesuai kode etik DPRD. Sehingga menjadi kegaduhan dan opini negatif kepada Gubernur Anies Bawesdan,” ujar Sugiyanto.

“Biarlah BK yang menilai dan memutuskan apakah yang dilakukan Willian Aditya tersebut melanggar kode etik atau tidak,” sambungnya.

Sugiyanto menegaskan, pihaknya akan menyiapkan data untuk melengkapi laporannya ke BK DPRD secepatnya.

“Kalau memang ditemukan pelanggaran kode etik, BK harus memberikan sanksi tegas kepada William,” tutup Sugiyanto.

Sementara itu sebelumnya Dosen Universitas Indonesia Ade Armando dilaporkan ke polisi oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris.

Pelaporan itu karena Ade mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah dimodifikasi menjadi mirip tokoh fiksi Joker.

Didalam meme tersebut juga ada tulisan “Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat,”.

Fahira mengatakan, Ade diduga melakukan perubahan terhadap bentuk dokumen dan atau informasi elektronik atas foto Anies.

“Foto (yang diunggah) di Facebook-nya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker,” ujar Fahira di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Selain itu, narasi yang ada dalam foto tersebut, menurut Fahira, sebagai bentuk pencemaran terhadap nama baik Anies.

“Foto itu juga diunggah dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik, yakni ‘Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat’,” ujar Fahira.

Dalam laporan dengan nomor LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019 itu, Fahira melaporkan Ade dengan dugaan pelanggaran terhadap Pasal 32 ayat 1 jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Laporan tersebut pun ditanggapi santai oleh Ade. Ia menyebut bahwa bukan dirinya yang mengedit foto Anies dengan riasan Joker tersebut.

“Meme itu sendiri bukan buatan saya. Tapi saya secara sadar menyebarkannya, karena isinya memang sesuai dengan apa yang ingin saya sampaikan kepada Anies dan kepada publik,” ujar Ade Armando, Sabtu (2/11/2019).

Ade menjelaskan, meme tersebut merupakan bentuk kritiknya terhadap Anies dalam mengelola pemerintahan.

Salah satu yang ia soroti adalah anggaran-anggaran tidak wajar yang sempat viral beberapa hari belakangan.

Beberapa di antaranya adalah anggaran lem aibon dan bolpoin yang mencapai miliaran rupiah.

Adapun, terkait laporan tersebut, Ade justru mempermasalahkan mengapa anggota DPD itu yang melaporkan dirinya.

“Saya heran, apa urusan Fahira Idris menggugat saya. Memang dia apanya Anies? Kalau lah ada yang mau menggugat saya, orang itu seharusnya Anies Baswedan,” ujar dia

Namun, Ade mengaku siap menjalani proses hukum yang berlaku. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *