Jadi Trending di Twitter, Ada Apa dengan Somad?

Jadi Trending di Twitter, Ada Apa dengan Somad?

Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak kajian di KPK membuat tagar Somad jadi trending di twitter.

Mengungkap Alasan Somad Jadi Trending Topic di Twitter

Konten.co.id – Jagat dunia maya khususnya Twitter saat ini ramai membincangkan Somad. Ribuan orang mencuitkan dengan kata Somad.

“Kacyan elu mad jd pnceramah illegal gk di undang resmi oleh pimpinan KPK, mlah pegawai KPK yg undang somad mau di periksa. Terkuak, Somad Tak Diundang Resmi KPK, Pegawainya Mau Diperiksa, Bongkar Dong KPK!,” cuitan @LuwitaEmilly878

“Kasihan ustadz Somad, ceramah aja dicurigain. Sementara Prabowo yang didukungnya udah duduk manis jadi menteri Jokowi. Makanya, kalau bukan politisi jangan ikut dukung mendukung lah. Jadi ustadz aja udah benar,” cuit @panca66.

Selain itu, pegiat media sosial Denny Siregar pun ikut mencuitkan tentang Somad. “Gak biasanya @KPK_RI pamer2 pendakwah di dalamnya. Eh, kemaren pamer Somad habis ceramah pada pegawainya. Mau cari muka pada kelompok 212 kah ?,” cuit @Dennysiregar7.

Lalu ada apa dengan Somad hingga jadi trending di twitter?

Diketahui tagar Somad berkaitan dengan Ustaz Abdul Somad yang melakukan kajian bertemakan integritas, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11). Dalam kajiannya itu, UAS banyak bercerita soal hubungan antara Allah SWT dengan manusia.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk mengisi kajian tersebut bukanlah diundang KPK secara kelembagaan.

“Kalau UAS sama sekali bukan lembaga. Jadi, ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Dzuhur mengundang Ustadz Somad,” katanya, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Agus mengakui malam sebelum pelaksanaan kajian yang mengundang UAS itu sudah memberitahu kepada pimpinan KPK. “Sebetulnya pimpinan sudah mencegah. Bukan mencegah kapasitas UAS, tetapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai beliau,” ucapnya.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan acara yang mengundang Gus Muwafiq, Rabu (20/11/2019), sebab acaranya sudah direncanakan pimpinan KPK secara kelembagaan sejak lama.

“Jadi beda, yang kemarin (UAS) ada beberapa orang yang mengundang kajian Dzuhur, kemudian sebetulnya tidak disetujui pimpinan. Kalau yang hari ini (Gus Muwafiq) memang programnya pimpinan,” ungkapnya.

Kendati sudah dilarang pimpinan KPK, ternyata UAS tetap dihadirkan, Agus menegaskan akan memeriksa pegawai yang menginisiasi kegiatan tersebut. Ketika ditanya apakah pegawai tersebut tergabung dalam Wadah Pegawai (WP) KPK, ia secara tegas membantah.

“Bukan, ada sekolompok. Di KPK ada organisasi namanya BAIK. Itu singkatan (Badan Amal Islam KPK),” ujar Agus. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *