Gawat, Indonesia Akan Masuk Jebakan Infrastruktur, Bisa Krisis Lagi?

Gawat, Indonesia Akan Masuk Jebakan Infrastruktur, Bisa Krisis Lagi?

Mantan Wakil Menteri Dadan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu pun memprediksi akhir tahun ini Indonesia bisa masuk jurang krisis.

Said Didu Prediksi Jebakan Infrastruktur Akan Buat Indonesia Krisis Akhir Tahun Ini

Konten.co.id – Ekonomi Indonesia terancam krisis. Hal ini karena tingginya infrastruktur yang dibangun pemerintah.

Mantan Wakil Menteri Dadan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu pun memprediksi akhir tahun ini Indonesia bisa masuk jurang krisis karena jebakan infrastruktur.

Dalam channel youtubenya, Said mengatakan kalau soal krisis ia sudah mengalami dua kali. Yaitu tahun 1998 dan 2008.

Hal ini menunjukkan kalau krisis ini terjadi karena ulah sendiri bukan alasan eksternal. “Bahwa tak ada lagi alasan eksternal karena semuanya sekarang sudah normal,” katanya.

Lalu apa alasan kita krisis?

Ia mengatakan pemerintah Indonesia sama sekali tidak punya cara untuk meningkatkan potensi pendapatan negara. Sedangkan negara tidak bisa mengatur batas belanja negara sementara defisit mencapai 3 persen dari batas maksimum dari Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN).

Sementara utang yang sekarang yang diambil dengan bunga yang sangat tinggi. “Jadi kita katakan sekarang pemerintah sudah mencapai persoalan fiskal. Terutama fiskal untuk belanja,” terangnya.

Yang kedua adalah defisit perdagangan. Yang ketiga defisit nilai tukar rupiah. Dan yang keempat bahwa pertumbuhan ekonomi sudah sangat sulit diharapkan karena tidak ada sama sekali potensi yang diusahakan.

“Jadi, pembangunan infrastruktur yang didengungkan untuk menarik investor ternyata tidak ada investor yang masuk sampai sekarang,” imbuhnya.

Yang terjadi nanti akhir tahun ini kita akan terjebak dengan infrastruktur. Tidak sedikit negara yang hancur karena pembangunan infrastruktur yang berlebih.

Dikatakannya, kita semua dapat melihat infrastruktur yang dibanggakan mulai ditutup dan itu jadi beban perusahaan.

Infrastruktur yang mulai ditutup adalah Kereta Api bandara, lalu Bandara Kertajati Jawa Barat yang dipaksakan sekarang dinyatakan tidak layak. Lalu MRT di Palembang juga sudah kena masalah.

“Kita tinggal tunggu yang lain,” ucapnya.

Selain itu ada Tol Lintas Jawa yang sudah mulai ditawarkan karena rugi. Hal ini menyebabkan utang negara semakin berat dan hutang BUMN juga semakin berat.

“Jadi bersamaan jadi akhir tahun akan terjadi pukulan yang sangat berat sekali.” terangnya.

Diprediksi kurs kita akan semakin lemah lagi karena kemampuan kita akan semakin susah. Krisis ini, lanjutnya bisa sistemik karena kita sendirian bukan karena faktor eksternal.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyatakan tidak bisa membersihkan sampah-sampah yang dibawah karpet atau masalah yang dibuat sendiri.

BUMN juga tidak bisa ditutupi lagi hutangnya, bahkan di tahun lalu sudah diprediksi kalau kabinet baru akan menghadapi persoalan ekonomi yang semakin berat karena janji kampanye yang diluar kapasitas pembiayaan.

Untuk mengatasi itu yang terjadi justru pemerintah melakukan pengurangan pajak korporasi dan memperluas pajak UKM dan rakyat bawah. “Yang terjadi justru seperti memeras rakyat bawah dan mempermudah kalangan atas,” tuturnya.

“Kita lihat Pajak Penghasilan Badan tidak tinggi sebenarnya. Tapi karena investor yang datang ke Indonesia adalah yang mengambil Sumber Daya Alam (SDA) bukan yang membawa teknologi, jadi dia butuh,” tambahnya.

Yang kedua adalah pasar Indonesia besar. Investor yang datang memanfaatkan pasar Indonesia. Jadi untuk menarik investasi adalah menaikkan pajak rakyat sendiri bukan pajak yang diatas.

“Warga Indonesia pun dipastikan akan meminta pemerintah untuk bertanggung jawab,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan