Fahri Hamzah: Jika Abdul Somad Dituding Radikal, Jutaan Pengikutnya Akan Jadi Radikal

Fahri Hamzah: Jika Abdul Somad Dituding Radikal, Jutaan Pengikutnya Akan Jadi Radikal

Fahri Hamzah menilai jika Abdul Somad Radikal maka pengikutnya akan radikal.

Pernyataan Tegas! Fahri Hamzah: Jika Abdul Somad Dituding Radikal, Jutaan Pengikutnya Akan Jadi Radikal

Konten.co.id – Penolakan ustaz Abdul Somad (UAS) untuk melakukan kajian islam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga karena tudingan UAS sebagai radikal.

Politikus dan pendiri Partai Gelora Fahri Hamzah pun menanggapi hal ini. Dalam cuitannya ia mengatakan kalau UAS radikal maka jutaan pengikutnya pun radikal.

“Lebih baik membahas pikiran daripada saling menuduh dan melarang pengajian. Kalau orang moderat sepeti #UAS dituduh radikal seketika jutaan pengikutnya ikut radikal… susah amat ya mereka…”

Didalam postingannya ia memlperlihatkan perdebatan sengitnya dalam tayangan Mata Najwa, Rabu (20/11/2019) malam.
Politikus dan pendiri Partai Gelora Fahri Hamzah menentang kampanye pemerintah yang ingin menanggulangi radikalisme. Bahkan, mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuding isu radikalisme adalah proyek aparat keamanan.

“[isu] Radikalisme itu proyek aparat keamanan,” kata Fahri Hamzah dalam program Mata Najwa yang disiarkan langsung Trans7 pada Rabu (20/11/2019) malam.

“Kalau itu dianggap radikal, saya ini juga lebih radikal,” kata Fahri dengan nada tinggi. “Isu radikalisme itu kan baru saja.”

Ucapan Fahri ini memancing perdebatan di forum tersebut. Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira, yang juga hadir dalam forum yang sama, membantah teori-teori konspirasi yang dilontarkan oleh Fahri.

Menurutnya, radikalisme sebagai gagasan dan teror sebagai aksi adalah fakta.

“Saya paham betul ada penjelasan-penjelasan dalam teori konspirasi, seolah-olah ini ada rekayasa. Kita tahu bahwa radikalisme dan teror itu fakta,” kata Andreas.

“Lha ini ustaz-ustaz yang Anda larang ceramah di masjid itu dianggap radikal,” balas Fahri.

Pernyataan itu ditimpali oleh politikus Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago. “Radikalisme itu lama, sejak era reformasi karena semua orang ingin bebas. Maka inilah perlunya penegakan hukum,” kata dia.

“Satu lagi, yang menegur [pegawai KPK] itu pimpinan KPK. Dan pimpinan KPK bukan bagian dari eksekutif, catat itu.”

“Proyek radikal radikul memang gurih… Ekonomi yg makin nyungsep pun bs tertutupi… Pokoknya klo ga sepaham dg pemerintah dicap radikal radikul intoleran dan rasis…. Sebelum mencap org lain spt itu, ayo bikin dulu yg jelas ttg pengertian radikal radikul dan ciri cirinya…” cuit @eddycaksby.

“Pengkajian UAS bagus ada landasannya dia bicara berdasarkan sumber penalaran dan logika bisa diterima universal,’ cuit @Eyang1955.

Sementara @ surianks mencuitkan, “Moderat drmana ? Main catur aja d haramkan… Padahal saudi saja selenggarakan turnamen catur. Sebelum bicara tolong congor sonad d tatar dlu lah.. klo asal sejelas kambing congek nanti,”

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *