Diduga Dukun Santet, Kakek di Lumajang Tewas Disabet Celurit

Diduga Dukun Santet, Kakek di Lumajang Tewas Disabet Celurit

Kakek di Lumajang tewas disabet celurut karena didugan sebagai dukun santet.

Seorang Kakek di Lumajang Tewas Disabet Celurit, Diduga Dukun Santet

Konten.co.id – Seorang kakek bernama Mursam (64), warga Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, dibunuh orang tidak dikenal. Ia dibunuh diduga setelah diisukan sebagai dukun santet.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban,” kata Ketua Tim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasran, Senin (18/11/2019).

Hasran yang juga Kasatreskrim Polres Lumajang ini menambahkan, korban mengalami luka akibat senjata tajam di bagian leher dan pundak sebelah kiri. Korban diduga meninggal di lokasi kejadian setelah dibunuh oleh pelaku.

Isu korban adalah dukun santet bermula dari empat tahun lalu. Berdasarkan cerita warga, korban pernah menginap di beberapa tempat dan saat menginap di rumah warga, pemilik rumah selalu meninggal dunia.

Saat Mursam tinggal di rumah tetangganya bernama H. Ismail, tak berselang lama H. Ismail meninggal dunia. Keluarga H. Ismail mengusir Mursam dari rumah duka.

Kemudian Mursam sempat tidur di gubuk penarikan amal, tetapi ia memutuskan untuk menumpang di rumah H. Husen di Kalidilem selama enam bulan.

Tiba-tiba pemilik rumah meninggal dunia dan setelah 40 hari meninggalnya Husen, Mursam pun akhirnya meninggalkan Desa Kalidilem.

“Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem, setelah 4 tahun, Mursam pun kembali ke desa tersebut karena ada kerabatnya yang meninggal dan setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban begadang dengan beberapa warga dan pamit ke belakang untuk ke kamar mandi, tapi Marsam tidak kembali,” bebernya.

Mursam ditemukan tewas di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak sekitar pukul 22.45 Wib, Sabtu (16/11/2019).

“Tidak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.

Arsal menambahkan, Mursam dibunuh karena isu dukun santet dan sebagian besar warga Desa Kalidilem yakin bahwa korban memiliki ilmu hitam.

“Seharusnya warga tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet. Apalagi tidak ada fakta yang konkret yang mengatakan Mursam adalah dukun santet,” tegasnya.

Saat ini pihaknya pun tengah memburu pelaku pembunuhan Mursam. “ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengungkapnya. pelaku pembunuhan akan kami cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai menuduh ssbagai dukun santet” terangnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *