Cekcok Tarif Seks, Wanita Penjaga Warung Dibunuh di Pemalang

Cekcok Tarif Seks, Wanita Penjaga Warung Dibunuh di Pemalang

Wanita penjaga warung tewas dibunuh seorang pria di Pemalang usai cekcok karena tarif seks tidak sesuai.

Terungkap, Ini Alasan Wanita Penjaga Warung di Pemalang Tewas Dibunuh

Konten.co.id – Sesosok mayat perempuan bersimbah darah dan telanjang ditemukan dalam sebuah warung di Jalingkut Pemalang, senin (6/11/2019). Korban sehari-hari diketahui sebagai penjaga warung tersebut.

Terkait kematiannya tersebut Kapolres Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan korban dibunuh karena cekcok Soal tarif seks.

Pelaku mengaku emosi karena korban meminta uang Rp 200 ribu usai berhubungan badan. “Saat berhubungan badan, korban meminta uang sebesar Rp 200 ribu kepada tersangka. Karena tersangka hanya memiliki uang Rp 50 ribu, maka terjadi perselisihan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar kepada wartawan di kantornya, Senin (11/11/2019).

Usai membunuh korban, IR kemudian sempat pulang ke rumahnya di Pekalongan dengan menggunakan baju penuh darah dan membawa ponsel korban yang juga berlumuran darah.

Baju tersebut, kata Kristanto, dibuang oleh istri siri IR yakni CS. Lalu ponsel korban dijual oleh anak CS yakni OW.

“Hasil penjualan handphone milik korban yang laku sebesar Rp 550 ribu ini oleh pelaku kemudian digunakan untuk berangkat ke Jakarta,” katanya.

Cs dan Ow sudah lebih dulu diamankan polisi di rumahnya yang berada di Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Dari keterangan keduanya inilah, polisi semakin yakin IR adalah pelakunya. Terlebih setelah ditemukan barang bukti berupa baju yang berlumuran darah yang dibuang oleh istri siri pelaku di sungai yang tidak jauh dari rumahnya.

“Jadi setelah melakukan pembunuhan, pelaku pulang dengan baju yang berlumuran darah. Dia bawa juga handphone milik korban yang kondisinya terdapat darah juga,” kata Kristanto.

Polisi lalu memburu pelaku ke Jakarta hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku saat planga-plongo di Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/11/2019) kemarin.

Pelaku yang sudah tua dan rambutnya mulai plontos itu pun mengaku selalu dihantui korban selama pelarian. “Pelaku mengaku kerap dihantui korban,” ujar Kristanto.

Sementara dari hasil autopsi jasad korban yang dibunuh pada Kamis (6/11/2019), diketahui penyebab meninggal adalah akibat luka pukulan di kepalanya.

“Kalau korban meninggal dunia akibat pukulan dengan menggunakan botol minuman suplemen ke arah kepala,” ujar Kristanto.

Selain luka akibat benda tumpul, ada pula luka akibat benda tajam. Sebelumnya polisi telah mengamankan sebuah gunting yang diduga digunakan pelaku berinisial IR untuk menghabisi korban.

Atas perbuatannya tersebut, IR dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. “Saat ini tersangka telah diamankan Polres Pemalang dan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Kristanto. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *