Benarkah Ada Pesta Bir dalam Pertemuan PKS dengan Partai Berkarya

Benarkah Ada Pesta Bir  dalam Pertemuan PKS dengan Partai Berkarya

Air minum Equil sudah membuat netizen salah paham sehingga botol yang ada saat PKS dan Partai Berkarya bertemu dikira bir.

Netizen Heboh, Benarkah Ada Pesta Bir dalam Pertemuan PKS dengan Partai Berkarya

Konten.co.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertemu dengan Partai Berkarya untuk membahas sikapnya dalam kancah perpolitikan ke depan. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor DPP PKS, Jalan Sumatupang No.82, Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

“Dalam Silaturahim Kebangsaan yang berlangsung akrab dan bersahabat sebagai sesama partai politik,” kata Ketua Umum PKS Shohibul Imam.

Namun dibalik itu semua, netizen justru ‘gagal fokus’ dengan foto banyaknya botol saat Ketum PKS Shohibul Imam dan Ketum Partai Berkarya Mandala Hutomo atau Tommy Soeharto serah terima nota kesepahaman.

Netizen pun mengira kalau anggota PKS dan Partai Berkarya sedang pesta bir. “Berkarya sama PKS lagi pesta bir * Test kecepatan jempol! :-)” cuit @R4jaPurwa.

Hal senada dicuitkan @agung_faysm. “CeCebong… Datanglah… Disini ada pesta beer.. ^sambil bakar menyan^”

Tapi apakah benar kedua partai nasional ini pesta bir? Lalu apa isi botol tersebut?

Eiitss jangan suudzon dulu. Setelah ditelaah ternyata botol tersebut berisi air mineral merek Equil.

“Equil,” cuit @BunnyPositively.

Equil sendiri adalah air mineral yang memang jarang kita kenal. Tapi produk ini sudah menjejakan kaki di kancah Internasional.

“Air equil, produk asli indonesia yg udh go internasional. Untuk kalangan bawah ini produk yg asing, karna harganya memang mahal. Tapi untuk menengah ke atas ini barang yg tidak asing. Karna biasa di sajikan di acara² penting semacam rapat dllnya,” cuit @WahyuKaii.

Botol air mineral yang dikira bir ini juga sebelumnya pernah membuat netizen salah paham. Saat itu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kapolda Metro Jaya yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inspektur Jenderal Tito Karnavian, dan Ketua Steering Committee Turnamen Piala Presiden 2015 Maruarar Siraits edang rapat rapat jelang Final Piala Presiden 2015 di Balai Kota DKI Jakarta.

Ketiganya tampak sedang mengobrol santai. Di meja mereka tersaji makanan dan minuman botol berwarna hijau.

Lantas ada netizen yang berasumsi bahwa minuman botol itu tak lain adalah minuman keras. Status Facebook seorang netizen yang menyangkan botol air minum Equil adalan botol miras.

“biar foto yang berbicara… atas ketidak adilan yang terjadi di Indonesia. acara minum2 MIRAS bersama. akibat sering gaul sama aHOK. . hukum hanya tajam kebawah tumpul keatas.” Begitu kutipan status Facebook akun bernama Jack.

Status itu sendiri diunggah pada Kamis (24/11/2016). Screenshot status tersebut kemudian disebar ke ranah media sosial lain, salah satunya Twitter.

Hingga akun @ wito_karyono mengatakan kalau itu adalah air mineral Equil. Bahkan Equil sudah diminum sejak era Presiden Susilo Bambang yudhoyono (SBY).

Sementara itu saat pertemuan antara PKS dan Partai Berkarya keduanya telah menyepakati lima nota kesepahaman.

Antara lain berkomitmen untuk membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat. Sesuai amanat reformasi dalam bingkai Pancasila dan UUD NKRI 1945. Kemudian menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman komunisme, separatisme, terorisme, radikalisme, dan berbagai ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara.

Menjaga kedaulatan tersebut akan dilakukan bersama TNI-Polri, masyarakat sipil, serta seluruh komponen bangsa. “Memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat dan menolak segala bentuk persekusi, kriminalisasi, serta stigmatisasi terhadap ulama, tokoh agama, dan aktivis,” ucapnya.

Selanjutnya kedua partai tersebut berkomitmen untuk membangun kedaulatan dan kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan mendorong gerakan kewirausahaan nasional.

Khususnya bagi para generasi muda serta bersama-sama memperjuangkan kepentingan rakyat dan meringankan beban hidup mereka. “Di antaranya dengan menolak kenaikan iuran BPJS, tarif dasar listrik, harga BBM, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Terakhir, ia menuturkan akan membuka ruang kerja sama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dengan memenangkan kompetisi Pilkada tahun 2020 secara bermanabat dan penuh keberkahan.

“Menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, segala bentuk kecurangan serta pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis. Serta meminta kepada pemerintah dan aparat untuk menyelenggarakan pilkada yang jujur dan adil,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan