Banyak Kejanggalan, Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan Ke Polisi

Banyak Kejanggalan, Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan Ke Polisi

Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polisi soal banyaknya kejanggalan atas kasus penyiraman air kerasa yang dialami novel 2017 silam.

Soal Penyiraman Air Keras, Kader PDIP Ini Adukan Novel Ke Polda Metro Jaya

Konten.co.id – Kader PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung, melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11). Dia melaporkan karena mencurigai perihal penyiraman air keras yang terjadi 2017 silam adalah hasil rekayasa.

“Saya melaporkan Novel Baswedan penyidik KPK terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras,” kata Dewi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dewi merasa janggal atas kebutaan yang dialami oleh Novel kareba siraman air keras

“Ada beberapa hal yang janggal dari semua hal yang dialami dari rekaman CCTV dia dari bentuk luka, dari perban, kepala yang diperban tapi tiba-tiba mata yang buta gitu kan,” Ungkapnya.

Dewi yang lulusan seni, menduga ada rekayasa yang dilakukan oleh Novel. Mulai dari penyiraman air keras menurutnya dari sana Novel sudah merekayasa.

“Saya orang seni, saya juga biasa beradegan. Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri, tapi akan terduduk jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada di situ reaksi dia membawa air untuk disiramkan,” jelas Dewi.

Dewi menyebut seharusnya setelah Novel menerima siraman air keras di wajahnya, ia segera membasuh wajahnya dengan air, namun Novel tidak melakukan hal itu.

Menurutnya, seharusnya kulit Novel juga terluka tidak hanya matanya saja. Saat berada di rumah sakit dia curiga karena mata Novel tidak diperban hanya wajahnya saja.

“Faktanya kulit Novel kan nggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya sedangkan kelopaknya, ininya semua tidak (rusak),” kata Dewi.

Atas dasar itu Dewi kemudian melaporkan Novel ke Polisi. Langkahnya ini menurutnya terlepas dari dirinya sebagai kader PDIP tapi sebagai masyarakat yang berhak mengetahui kebenaran yang sebenarnya.

“Saya sebagai masyarakat saya berhak tahu fakta kebenaran itu benaran apa rekayasa. Apalagi dia didanai oleh negara. Rp3,5 miliar itu nggak sedikit buat biaya kan,” tutur Dewi.

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *