Bank Pembangunan Asia : Upah Petani Indonesia Masih Belum Layak

Bank Pembangunan Asia : Upah Petani Indonesia Masih Belum Layak

Laporan Bank Pembangunan Asia menyebutkan bahwa warga Indonesia masih menderita kelaparan akibat kurang sejahteranya warga yang bekerja di sektor pertanian.

Upah Petani Indonesia masih rendah penyebab 20% warga Indonesia masih menderita kelaparan

Konten.co.id – Bank Pembangunan Asia (ADB) membuat laporan yang bertajuk Police to Support investment Requirements of Indonesi’s Food and Agriculture development During 2020-2045.


Didalam nya ADB melaporkan bahwa masih banyaknya orang yang bekerja di sektor pertanian tradional, dimana petani masih dibayar murah dengan produktivitasnya hasil pertanian yang jauh dari maksimal, hal itu yang menyebabkan orang Indonesia menderita kelaparan.

Meski sektor pertanian di Indonesia mengalami meningkatan dalam beberapa tahun ini.


“Banyak dari mereka tidak mendapat makanan yang cukup dan anak-anak mereka cenderung stunting, terperangkap dalam lingkaran kemiskinan dalam hitungan generasi. Di tahun 2016-2018, sekitar 22 juta penduduk Indonesia menderita kelaparan,” penggalan dari laporan tersebut.

Dari laporan tersebut, disebutkan angka penderita kelaparan menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000. Di tahun 2000 terdapat lebih dari 42 juta penduduk Indonesia atau 20 persen dari total populasi Indonesia terserang kelaparan.

Masih banyak hal yang diperlukan untuk mengurangi angka kelaparan tersebut.


Dilansir dari DW Indonesia, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Prof. Dwi Andreas Santosa, mengatakan menurunnya angka penderita kelaparan berkorelasi dengan membaiknya indeks ketahanan pangan Indonesia, meskipun Andreas juga mempertanyakan dasar besaran angka yang dirilis laporan tersebut.


“Ekonomi Indonesia terus membaik. Coba kita lihat data Global Food Security Index (GFSI). Itu ‘kan nampak jelas bahwa food security index kita membaik dari sebelumnya peringkat 71 sekarang 65.

Berarti nilai-nilai food security index ini meningkat semua. Kalau sampai ada 20 juta orang kelaparan pada periode itu kok saya sangat meragukan data yang mereka publikasi. Hitungannya bagaimana?” papar Andreas.


Menurutnya terdapat empat komponen yang perannya bisa meningkatkan pangan di Indonesia yaitu, ketersediaan pangan, sumber daya alam, keamanan, keterjangkauan dan ketahanan pangan.


Andreas menyatakan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan petani Indonesia.


“Sampai saat ini saya tidak melihat upaya atau suatu program yang keras dari pemerintah untuk mensejahterakan petani. Pemerintah terlalu fokus terhadap peningkatan produksi tetapi lupa kesejahteraan petani. Itu kunci terbesar,” jelasnya.


2018 lalu Indeks Ketahanan pangan Global yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit menyebutkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat 65 dari 133 negara.


Laporan Policies to Support investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture development During 2020-2045 diterbitkan atas kerja sama ADB dengan International Food Policy Research Institute (IFPRI) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *