Asia Tenggara Kembangkan Sumber Energi Tenaga Surya

Asia Tenggara Kembangkan Sumber Energi Tenaga Surya

Negara di Asia tenggara mulai menggunakan tenaga surya untuk sumber energi.

Tinggalkan Batu Bara, Asia Tenggara Siap Kembangkan Tenaga Surya Jadi Sumber Energi

Konten.co.id – Kini Asia Tenggara mulai serius mengembangkan sumber energi terbarukan seperti energi surya dan mulai meninggalkan sumber daya energi batubara yang berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Laporan dari Global Energy Monitor (GEM) mengungkapkan saat ini produksi batu bara menurun sangat tajam dari 13 gigawatt pada tahun 2016 menjadi 1,5 GW pada awal tahun 2019.

Dikutip dari Chinadialog, seorang analis peneliti di lembaga penelitian Stimson Center, Wetherby mengatakan energi surya mulai mendapatkan momentumnya. Ia mengatakan ada kesadaran tentang bahaya menggunakan batu bara dan penurunan harga panel surya secara signifikan memicu peningkatan ini.

“Padahal, sebelumnya para pembuat kebijakan menilai, pembangkit energi surya terlalu mahal dan rumit untuk diintegrasikan dalam jumlah yang cukup besar dan dalam waktu singkat,” ujar Wetherby.

Namun menurutnya masih banyak kendala dalam penyerapan energi terbarukan oleh masyarakat.

“Banyak utilitas di wilayah ini menghadapi keterbatasan infrastruktur transmisi dan perlu membangun jalur transmisi tambahan. Faktor ini dapat meningkatkan harga jual listrik dari proyek-proyek baru.”

Salah satu negara yang sigap menangkap kabar baik ini adalah Vietnam, negara ini dengan cepat membangun jejaring pembangkit listrik tenaga surya.
Kesuksesan Vietnam tidak lepas karena program pemerintahnya yang mendukung penuh dengan memberikan program yang disebut Feet-in-Tarif (FIT). Program tersebut memberikan jaminan bagi para investor, listrik yang dihasilkan tenaga surya akan dibeli dengan harga 9,35 sen dolar AS per KWh oleh pemerintah Vietnam.

Berbeda dengan Indonesia, dikutip dari Tirto.id, penggunaan energi surya di Indonesia pada Agustus 2019, hanya memiliki kontribusi sebesar 0,04 persen atau setara 78,5 Mega Watt.

Bahkan (GEM) dalam laporannya menyebutkan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang masih senang membangun pabrik batu bara baru dalam enam bulan pertama tahun 2019.

Indonesia banyak diprotes karena masih menggunakan sumber energi fossil yang banyak mencemari lingkungan.

Sebenarnya Indonesia pernah memiliki program seperti Vietnam pada tahun 2016, namun program tersebut terhenti setelah dikeluarkannya aturan no. 9/2018 yang membatalkan sejumlah peraturan lain terkait energi terbarukan.

“Hal ini membuat para investor yang awalnya tertarik dengan kebijakan Indonesia, memutuskan berinvestasi di Vietnam”, ujar analis energi terbarukan Fabby Tumiwa seperti dilansir oleh The Jakarta Post.

Para investor menilai kebijakan yang dikeluarkan Vietnam lebih memberikan kejelasan dan kepastian dalam bisnis mereka. (*)

Penulis : Sidqi Al Ghifari

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *