Alasan Tagar #AhokDirutMafiaCemberut Jadi Trending di Twitter

Alasan Tagar #AhokDirutMafiaCemberut Jadi Trending di Twitter

Tagar #AhokDirutMafiaCemberut jadi trending karena Ahok berhasil menyelesaikan masalah mafia di DKI Jakarta.

Tagar #AhokDirutMafiaCemberut Jadi Trending di Twitter, Ini Alasannya

Konten.co.id – Baru-baru ini publik dikejutkan dengan adanya kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan menjabat jajaran direksi di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kini jagat twitter pun kini diramaikan dengan tagar #AhokDirutMafiaCemberut. Sudah 7500 cuitan dengan tagar tersebut.

Seperti salah satunya akun@ eko_kuntadhi. “Erick Thohir sudah benar. Sebut saja nama@basuki_btp untuk masuk ke BUMN. Gak perlu nunggu lama, ularnya akan nongol sendiri. Mereka teriak soal SARA, soal etika, soal mukutnya Ahok. Padahal tujuannya agar bisnis ilegalnya tidak terbongkar. #AhokDirutMafiaCemberut”

“Mereka yg menyerang dan mengeroyok mereka yg teriak didzolimi. Mereka yg paling ribut, paling gaduh, orang lain yg dituduh biang gaduh. Suara paling keras tapi nyali paling kecil. Kadrun banget ini. #AhokDirutMafiaCemberut,” cuit @CH_chotimah.

Sementara akun @ yvonetandiarak mencuitkan “Mereka yg tidak siap berubah, terlalu lama kerja monoton itu2 aja, terlalu lama nyaman dg fasitas kemudahan, dan malas, MUNDUR SAJA. Ayo BUMN Semangat Bekerja dengan terobosan baru lebih Bersih, Transparan dan Profesional. #AhokDirutMafiaCemberut #AhokDirutMafiaCemberut,”

Diketahui kabar Ahok menjadi direksi BUMN diketahui setelah ia mendatangi kantor kementerian BUMN pada Rabu (13/11/2019). Tidak sedikit yang menolak dan banyak juga yang mendukung.

Alasan Menteri BUMN Erick Thohir mengajak Ahok bergabung ke dalam jajaran pejabat BUMN karena Ahok dirasa sebagai orang yang tepat melakukan pembangunan. “Ya saya rasa beliau juga tokoh yang konsisten yang sudah jelas track record-nya bisa terus membangun,” kata Erick di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Perusahaan BUMN, lanjut Erick, memerlukan banyak figur yang bisa membantu perusahaan negara. Ahok adalah salah satu orang yang diharapkan mampu mendongkrak kinerja BUMN.

Kementerian BUMN menangani 142 perusahaan negara, sehingga dibutuhkan sosok yang berani melakukan gebrakan untuk perbaikan BUMN ke depan.

Hal ini, seperti yang pernah dilakukan oleh Ignasius Jonan saat memperbaiki kinerja PT. KAI menjadi lebih baik. Padahal sebelumnya, PT. KAI termasuk salah satu BUMN yang berkinerja buruk.

Dengan hadirnya Ahok diharapkan kinerja BUMN yang akan ditanganinya bisa bekerja lebih baik dan lebih cepat. Belum diketahui secara pasti jabatan apa dan perusahaan BUMN mana yang akan dipimpin oleh Mantan orang nomor 1 di Jakarta tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Ahok cocok jadi direksi BUMN karena dinilainya cocok pemburu mafia di perusahaan pelat merah. Kata Arief, ada kemudahan tertentu dalam memimpin BUMN yang bergerak dalam bidang usaha yang dimonopoli oleh negara, seperti BBM dan listrik.

Baginya, tak butuh kemampuan tinggi untuk menjadi pimpinan di BUMN itu. Hal ini berbeda dengan Garuda atau BUMN perbankan yang memiliki banyak kompetitor.

“Gampang kok jadi dirut BUMN, enggak susah-susah amat jadi pegawainya, apalagi jadi Dirut di PLN dan Pertamina yang produknya pasti laku dan sifatnya monopoli. Enggak ada saingannya di Indonesia,” urainya.

Hanya saja, Arief mengingatkan Ahok untuk harus siap melawan para mafia pemburu rente jika memang ditempatkan di PLN atau Pertamina. Karena itu, kata dia, Ahok harus didampingi jajaran direksi yang memang mengerti segala permainan mafia rente di kedua BUMN tersebut.

Jika direksi yang mendampingi Ahok tak berintegritas, Arief khawatir mantan bupati Belitung Timur itu akan banyak tertipu jaringan mafia pemburu rente di PLN.

Jika akhirnya pada bulan Desember nanti Ahok akan dilantik jadi Komisaris Utama atau Direktur Utama PLN atau Pertamina akan membuat mafia BUMN ketar-ketir dan was-was.

Peneliti Alpha Research Database Ferdy Hasiman menilai mantan Gubernur DKI Jakarta ini cocok mengisi posisi Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) atau PT Pertamina (Persero).

Seperti diketahui, hingga saat ini posisi Dirut PLN masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sripeni Inten Cahyani, setelah Sofyan Basir tersangkut kasus PLTU Riau-I. Dalam pengadilan tingkat pertama, Sofyan Basir dinyatakan tak bersalah. KPK akan mengajukan kasasi atas vonis itu.

Sementara, jabatan teratas PT Pertamina (Persero) juga dikabarkan bakal mengalami perombakan.

Dua perusahaan ini dinilai memiliki tantangan besar, baik dari sisi finansial maupun tata kelola korporasi.

Dua korporasi ini juga ditengarai menjadi sarang mafia mulai dari mafia migas sampai mafia proyek. “Di DKI Jakarta, Ahok sudah biasa berhadapan dengan mafia mulai dari korporasi, birokrat nakal dan politisi yang memanipulasi APBD,” ujar Ferdy.

Menurut Ferdy, Ahok dibutuhkan di PLN untuk memperbaiki kinerja keuangan PLN yang memiliki rasio utang cukup tinggi serta memperbaiki citra perusahaan pelat merah itu.

Selain PLN, ujar Ferdy, Ahok juga dinilai cocok duduk menjadi bos Pertamina dan diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional dengan cara mencari lapangan-lapangan migas baru dan melakukan ekspansi pembelian blok-blok migas ke luar negeri.

Dua korporasi ini diduga menjadi sarang mafia mulai dari mafia migas sampai mafia proyek. Di DKI Jakarta, saat masih menjabat sebagai gubernur saat itu Ahok sudah biasa berhadapan dengan mafia mulai dari korporasi, birokrat nakal dan politisi yang memanipulasi APBD.

Melihat track record Ahok, selama menjabat Gubernur DKI, transparan, bersih dan berani melawan mafia. Hal ini, sangat pas untuk Ahok dalam memberantas mafia BUMN. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *