Unik, Bocah 5 Tahun di Garut Punya Dua Kelamin

Unik, Bocah 5 Tahun di Garut Punya Dua Kelamin

Muhammad Rizki Jakaria (5) warga Kabupaten Garut punya dua kelamin.

Karena Hiposadia, Bocah 5 Tahun di Garut Punya Dua Kelamin

Konten.co.id – Malang nasib Muhammad Rizki Jakaria (5) warga Kampung Pasir Malaka, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sejak lahir ia tidak memiliki lubang kencing.

Dikatakan Ibu kandung dari Muhamad Rizki Jakaria, Desi Mariantina (27), anaknya tersebut didiagnosis mengalami Hiposadia serta kelainan pada kelamin.

Ia memaparkan kondisi anaknya saat lahir memiliki berat badan sekitar 1,5 Kg. Saat itu tidak ada tanda-tanda kalau anaknya memiliki kelainan, hanya saja setiap akan buang air kencing anak tersebut kerap nangis.

Untuk buang air kecil, lanjutnya, anaknya melakukan layaknya wanita. Sebab ada lubang dibawah alat vitalnya yang harus dibuka oleh kedua tangannya.

“Tak ada lubang air kencing sejak kecil,” katanya, Minggu (27/9/2019).

Ia mengaku pernah Rizki pernah dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Garut. Namun karena terkendala biaya untuk pemeriksaan USG dan Cek Hormon ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, selama satu tahun surat rujukan dari Rumah Sakit tidak pernah dilakukannya.

“Dengan kondisi ekonomi yang sulit apalagi suami saat ini sedang menganggur, anak kondisinya seperti ini, saya bingung harus memiliki uang jutaan rupiah, kebingungan makin parah dan akhirnya membiarkan anaknya menderita. Kemana lagi harus mendapatkan uang besar,” keluh Desi.

Dikatakan Desi, ia kerap didampingi oleh seorang kader tingkat RW bernama Ema jika hendak memeriksakan kesehatan anaknya, termasuk mendaftarkan sebagai peserta BPJS. Namun kepesertaan BPJS tidak bisa menjamin untuk pembayaran USG dan Cek Hormon.

*hanya untuk biaya operasi saja yang mendapatkan jaminan, “imbuhnya.

Pihaknya pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat bisa membantu biaya untuk pengobatan Rizki.

“Pak Bupati, Pak Gubernur bantu kami agar bisa membawanya ke RSHS Bandung, saya berharap ada keajaiban terjadi hingga anak saya bisa sembuh, saya ingin anak saya seperti anak yang lainnya hidup normal,” harapnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *