Tolak Disebut Beban Negara, Ambon Ancam Keluar Dari NKRI

Tolak Disebut Beban Negara, Ambon Ancam Keluar Dari NKRI

Ucapan Menkopolhukam Wiranto tentang pengungsi Ambon yang jadi beban pemerintah membuat warga Ambon marah dan ancam keluar dari Indonesia.

Ambon Ancam Keluar Dari NKRI Agar Tidak Jadi Beban Negara

Konten.co.id – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkoplohukan) Wiranto meminta pengungsi kembali ke rumah agar tak menjadi beban pemerintah.

Menurut Wiranto, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang memilih bertahan di pengungsian meski gempa sudah tidak terjadi kembali. Banyaknya pengungsi ini disebut Wiranto akibat dampak dari penyebaran informasi yang menakut-nakuti warga akan gempa susulan dan ancaman tsunami.

“Pengungsi ini ditakuti adanya informasi adanya gempa susulan yang lebih besar, ditakuti adanya tsunami akibat gempa, padahal tidak ada badan resmi manapun yang mengumumkan itu,” kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (30/9/2019).

Oleh karena itu, dia berharap masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing karena situasi sudah aman dan pemerintah harus menanggung kehidupan mereka di pengungsian.

“Diharapkan masyarakat bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing untuk mengurangi besaran pengungsi, pengungsi terlalu besar ini sudah menjadi beban pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) mengaku geram. “Pernyataan yang dilontarkan Wiranto dinilai tidak mencontohkan sebagai menteri atau pembantu presiden,” ucap ketua Umum BPP KKBMM Dr (Cand) Djamaludin Koeboedoen melalui keterangan resmi yang diterima Konten.co.id, Kamis (3/10/2019).

Hal ini, lanjutnya bukan hanya mengenai gempa. Dikatakannya, negara kerap tidak hadir di Maluku kala terjadi peristiwa dan musibah. “Seperti pada 20 tahun lalu, Bapak Wiranto selaku panglima ABRI telah gagal mengemban tugas. Paling tidak mencegah warga yang berseteru,” terangnya.

Padahal pada saat ada rentetan musibah seperti ini, katanya, persatuan antar agama terlihat. Bahkan yang dulu terjadi konflik antar agama justru semakin hilang dan bersatu padu untuk saling menguatkan.

Dengan adanya perkataan dari Wiranto yang menganggap pengungsi gempa membebankan negara dianggap menghina warga Ambon. “Karena kami sedang tertimpa masalah telah menjadi biang masalah,” ucapnya.

Pihaknya mengatakan kalau sudah tidak menganggap Maluku bagian dari Indonesia, ada baiknya pemerintah hapus peta Maluku dari Indonesia. Bahkan lebih baik dikeluarkan saja Maluku dari Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI).

“Hal ini agar negara tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran sebagai cermin beban negara terhadap orang-orang Maluku,” tukasnya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *