Tiga TNI Dipecat Karena Istri Sindir Wiranto, Ini Isi Postingannya

Tiga TNI Dipecat Karena Istri Sindir Wiranto, Ini Isi Postingannya

Isi postingan tiga anggota TNI yang menyindir Menkopolhukam Wiranto menyindir hingga mendoakan cepat mati.

Sindir Hingga Mendoakan Wranto Cepat Mati, Ini Isi Postingan Istri Tiga TNI di Sosial Media

Konten.co.id – Tiga personel TNI dicopot dari keanggotannya, yakni dua dari TNI AD dan satu dari TNI AU.

Mereka dicopot dari jabatannya lantaran unggahan sang istri yang bermuatan negatif di media sosial terkait insiden penyerangan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019).

Dua personel TNI AD yang dicopot yakni Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi (HS) dan Sersan Z. Dalam postingannya istri dari Kolonel HS berinisial IPDN menuliskan , “Jangan Cemen pak,… Kejadianmu, tak sebanding dengan berjuta nyawa yang melayang,” tulisnya.

Tulisan ini, diunggah usai Menko-Polhukam Wiranto mengalami insiden penusukan. Saat itu, Wiranto mengalami dua luka tusuk di perut.

Dari tangkapan layar yang beredar, ada 43 like dan 29 komentar. Postingannya kemudian dikomentari seorang netizen bernama Togar Panjaitann.

“Ibu ini adalah isteri seorang Dandim di Kendari. Tidak pantas isteri seorang perwira TNI AD membuat pernyataan seperti ini,” tulis Togar.

Istri Kolonel HS kemudian membalas komentar Togar. “Maaf pak Togar Panjaitann, kenapa tidak pantas. Saya seorang istri dan seorang manusia biasa yang mempunyai perasaan. Apa yang saya sampaikan tidak menghina siapapun. Justru saya seorang istri perwira pak, yang merasakan perasaan berjuta rakyat mati lebih mengiris kalbu, mohon maaf apabila bapak tidak berkenan,” balas istri Kolonel HS.

Selain komentar Togar, puluhan pernyataan lain ikut memenuhi kolom komentar. Namun, hanya komentar Togar Panjaitann yang muncul pada tangkapan layar.

Unggahan istri Serda Z lain lagi. Dia menulis, “Berita hari ini akan terus sibuk dengan isu : terorisme, ISIS, radikalisme. Sampai dengan pelantikan presiden selesai, berita itu akan meredup. Yang terlupakan : RUU KUHP, RUKPK, bencana Ambon, Konflik Papua tuntutan mahasiswa.inpopelid”.

“Kepada suami kedua individu ini telah memenuhi unsur pelanggaran terhadap UU No 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Suami salah satu individu tersebut adalah Kolonel HS yang merupakan Komandan Dandim Kendari.”

“Kepadanya telah saya perintahkan melepas jabatannya sebagai konsekuensi serta 14 hari penahanan ringan, Sementara untuk Sersan Dua Z juga telah dikeluarkan surat perintah melepas jabatan serta menjalani hukuman disiplin yang sama penahanan ringan 14 hari,” kata KSAD Jendral TNI Andhika Perkasa.

Mendoakan Wiranto Cepat Mati

Sementara itu Peltu YNS, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), anggota Satuan Pom AU Landasan Udara Muljono Surabaya, Jawa Timur, baru saja dicopot dari jabatannya karena ulah istrinya FS yang menyebar fitnah terhadap Menkopolhukam, Wiranto atas kasus penusukan oleh teroris di Pandeglang, Banten.

Kalimat kebencian itu ditulis FS menggunakan akun Facebooknya, begini tulisannya sebelum dihapus:

“Jgn2 ini cma drmanya si wir,,,buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan,,,mdh2an si penusuknya baek2 aja dan slmat dr amukan polisi, buat yang ditusuk smoga lancar kematiannya”.

Tiga TNI Dipecat Karena Istri Sindir Wiranto, Ini Isi Postingannya www.konten.co.id
Tiga TNI Dipecat Karena Istri Sindir Wiranto.

Atas ulah istrinya, kini Peltu YNS tak cuma kehilangan jabatan tapi juga harus berurusan dengan Pomau, dia ditahan untuk penyidikan atas kasus ini.

“Terhadap saudari, FS, istri dari Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya yang telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (facebook). Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi,” tulis TNI AU situs resmi Dinas Penerangan TNI AU, Jumat (11/10/2019). (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *