Tarif Cukai Meningkat 21,56 Persen, Tahun 2020 Harga Rokok Melonjak

Tarif Cukai Meningkat 21,56 Persen, Tahun 2020 Harga Rokok Melonjak

Menkeu akan menaikkan harga cukai rokok yang akan membuat harga rokok melonjak.

Tarif Cukai Meningkat 21,56 Persen, Siap-Siap Tahun 2020 Harga Rokok Melonjak

Konten.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019. Aturan ini tentang tarif cukai hasil tembakau.

“Mengubah Lampiran III dan Lampiran IV Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1485) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.010/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1637), sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini,” tulis Pasal I aturan tersebut seperti dilansir Rabu (23/10/2019).

Tarif cukai hasil tembakau (CHT) baru tersebut yang akan berlaku efektif pada 1 Januari 2020.

Berikut rinciannya :
Jenis Golongan PMK Lama (Rp) PMK Baru (Rp) Perubahan (%)
Sigaret Kretek Mesin (SKM) I 590 740 25.42
II 385 470 22.08
III 370 455 22.97
Sigaret Putih Mesin (SPM) I 625 790 26.40
II 370 485 31.08
II 355 470 32.39
Sigaret Kretek Tangan (SKT) I 365 425 16.44
I 290 330 13.79
II 180 200 11.11
III 100 110 10.00
Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) – 590 740 25.42
Rata-rata Kenaikan 21.56

Diketahui rata-rata kenaikan CHT tahun depan adalah sebesar 21,56%, lebih rendah dari yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, yakni 23%.

“Kenaikan average 23% untuk tarif cukai, dan 35% dari harga jualnya yang akan kami tuangkan dalam Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan/PMK),” kata Sri Mulyani kepada wartawan usai rapat tertutup di Istana Kepresidenan pada Jumat (13/9/2019).

Dengan rata-rata kenaikan produk tembakau yang paling besar dicatatkan oleh jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yang tarif cukainya naik 29,96%, disusul oleh Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49% dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.

Sementara itu jenis produk tembakau yang tidak membukukan kenaikan tarif cukai baru adalah tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu.

Harga keempat jenis tembakau tersebut tidak naik karena pangsa pasar dan sumbangsihnya yang tergolong kecil dibandingkan dengan SPM, SKM, SKT dan SKTF.

Untuk diketahui pemimpin pasar industri rokok seperti GGRM dan HMSP sekitar 70-90% penjualannya berasal dari SKM, lalu disusul oleh penjualan SKT dan SPM. Akibatnya harga jual eceran (HJE) rokok juga akan naik rata-rata sebesar 35%. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *