Tak Bisa Bersaing, Separuh Bank Dunia Dalam Posisi Lemah

Tak Bisa Bersaing, Separuh Bank Dunia Dalam Posisi Lemah

Bank Dunia kini dalam posisi lemah, hingga banyak karyawan yang diPHK.

Separuh Bank Dunia Dalam Posisi Lemah Karena Tak Mampu Bersaing Teknologi

Konten.co.id – Separuh bank dunia dinyatakan dalam posisi lemah. Hal ini menyusul hasil survei dari lembaga konsultan McKinsey & Co..

Fakta ini terjadi bahkan sebelum ekonomi semakin melambat, seperti yang diprediksi sejumlah lembaga global dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam ulasan tahunannya, perusahaan konsultasi ini menegaskan mayoritas bank secara global, tidak layak secara ekonomi karena pengembalian ekuitas mereka tidak sejalan dengan biaya yang dikeluarkan.

Saking lemahnya, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor perbankan terus terjadi secara global. Bahkan yang paling baru, 15 bank akan PHK karyawannya di 2019 hingga dua tahun ke depan.

Berikut daftar bank yang sudah dan akan melakukan PHK pada karyawannya.

  1. Deutsche Bank = 18.000 pegawai
  2. HSBC = 10.000 pegawai
  3. Santander = 5.433 pegawai
  4. Commerzbank = 4.300 pegawai
  5. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc = 4.300 pegawai
  6. Barclays = 3.000 pegawai
  7. Alfa-Bank JSC = 3.000 pegawai
  8. KBC = 2.150 pegawai
  9. SocGen = 2.130 pegawai
  10. Caixabank = 2.023 pegawai
  11. National Bank of Greece = 1.700 pegawai
  12. Nomura Bank = 350 pegawai
  13. Citigroup = 100 pegawai
  14. Bancorp = jumlah pegawai belum terkonfirmasi hanya mengaku ribuan
  15. UBS = jumlah pegawai belum terkonfirmasi hanya mengatakan 30 jenis pekerjaan akan dipangkas.

Agar mampu bertahan mitra senior McKinsey menilai bank harus mengambil langkah berani. Kondisi yang ada saat ini, sangat tidak baik untuk industri.

“Pada siklus akhir, tidak ada yang mampu berpuas diri,” ujarnya sebagaimana ditulis Bloomberg.

Startup fintech hingga perusahaan raksasa seperti Apple Inc. dan Alphabet Inc bisa menjadi saingan perbankan berat ke depan. Apalagi mereka telah merubah perilaku konsumen, termasuk nasabah perbankan.

“Oleh sebab itu, bank-bank harus bisa memutuskan apakah akan bersaing dengan, bermitra atau mengakuisisi beberapa pendatang baru ini,” ujarnya.

Efisiensi bisnis seperti biasa, bisa membuat bank tertinggal jauh. Bank harus meningkatkan anggaran teknologi dari kebiasaan yang hanya 35%. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *