Tahun 2045, Menkeu Ingin Penduduk Indonesia Tinggal di Kota

Tahun 2045, Menkeu Ingin Penduduk Indonesia Tinggal di Kota

Indonesia punya target tahun 2045 warga Indonesia tinggal di kota besar.

Penuhi Target Urbanisasi, Menkeu Ingin Tahun 2045 Penduduk Indonesia Tinggal di Kota

Konten.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Indonesia belum mendapatkan manfaat dari urbanisasi sebesar beberapa negara Asia Timur dan Pasifik lainnya.

Hal ini diungkapkannya saat memberikan pesan kunci dalam acara Indonesia Urban Conference: Launch of the World Bank Indonesia Urbanization Flagship Report di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Ia mengatakan setiap 1% peningkatan urbanisasi hanya meningkatkan PDB perkapita sebesar 1,4%.

Sedangkan negara-negara Asia Timur dan Pasifik peningkatannya mencapai 2,7%.

“Oleh karena itu kita harus menerapkan proses yang lebih baik serta memberikan perhatian kepada masalah konvergensi yang mungkin muncul kedepannya,” katanya seperti dikutip dari akun Twitter @Kemenkeu, Kamis (3/10/2019) malam.

Ia mengatakan bahwa proses urbanisasi di negara-negara Asia tenggara termasuk Indonesia masih belum terorganisir sebaik Cina

Apapun alasannya, urbanisasi yang kurang terencana membuat benefit yang didapatkan menjadi kurang optimal.

Ia mengatakan bahwa hasil laporan ini diharapkan mampu memberikan penyempurnaan dalam merencanakan proses urbanisasi, terutama saat perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan nanti.

Ia menerangkan sebenarnya Indonesia sudah menerapkan beberapa rekomendasi yang diberikan oleh World Bank (WB).

“WB menyarankan agar Indonesia melakukan Augment, Conect, dan Target (ACT). Aksi ini sudah ada didalam program pembangunan pada APBN 2020,” ucapnya.

Ia mencontohkan, untuk augment adalah memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan dasar di seluruh daerah perkotaan dan perdesaan.

“Dalam APBN 2020, hal ini sudah menjadi tujuan pembangunan dalam Transfer ke Daerah dan dana Desa,” imbuhnya.

Sementara untuk Connect, pihaknya telah menghubungkan berbagai wilayah dan masyarakat ke lapangan kerja, peluang, serta layanan.

“Poin ini juga sudah ada dalam APBN 2020 sebagai tujuan dalam belanja infrastruktur,” terangnya.

Pihaknya mentargetkan daerah tertinggal dan kelompok termarjinalisasi melalui kebijakan berbasis wilayah yang dirancang dengan baik, serta perencanaan dan desain perkotaan yang dipertimbangkan dengan saksama.

Ia pun menyatakan bahwa Indonesia akan mengasuransikan aset publik yang dimiliki oleh pemerintah. Sehingga Indonesia bisa meminimalisir kerugian dari risiko yang mungkin terjadi.

Pihaknya pun menyatakan pada peringatan kemerdekaan Indonesia yg keseratus atau tahun 2045, lebih dari 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di kota-kota.

“Ini adalah sebuah perjalanan panjang yang harus ditempuh,” ucapnya.

“Untuk itu, Indonesia masih punya waktu untuk mendesain ulang proses manajemen serta kebijakan urbanisasi sehingga urbanisasi mampu memberikan benefit fiskal yang lebih tinggi lagi,” tukasnya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *