RSJ Jabar Kebanjiran Pasien Anak Kecanduan Gadget

RSJ Jabar Kebanjiran Pasien Anak Kecanduan Gadget

Direktur RS Jabar dr Elly Marliyani mengajak orang tua agar menjaga anaknya agar tidak kecanduan gadget.

Karena Kecanduan Gadget, Ratusan Anak di Jabar Masuk RSJ Jabar

Konten.co.id – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat dr Elly Marliyani mengaku prihatin dengan tingginya jumlah pasien anak yang mengalami masalah kejiwaan karena penggunaan gadget berlebihan.

Dengan upaya rehabilitasi, pihak rumah sakit pun berupaya mengobati masalah ketergantungan terhadap gadget tersebut.

“Kasus ketergantungan terhadap gadget ini menorobos luar biasa. Biasanya ODMK ini berusia di atas 15 tahun, kini yang datang lebih muda. Usia 5 tahun dan 8 tahun sudah kami tangani, akibat ketergantungan menggunakan gadget,” kata Elly, Rabu (16/10/2019).

Kegilaan anak pada gawai tersebut juga cukup parah. Ia mengambil contoh saat pemadaman listrik pada Agustus lalu, ada anak kecil yang ngamuk gara-gara gadgetnya mati. “Tidak bisa diberi tahu kondisinya, ngamuk menghancurkan pintu. Itu hal yang tidak diduga. Anak sekecil itu gara-gara HP enggak bisa di-charge, menghancurkan pintu,” kata dia.

Ia mengatakan saat ini peningkatan jumlah anak yang mengalami masalah kejiwaan karena gadget semakin tinggi. Satu dari sepuluh anak dipastikan bisa menjadi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) karena gadget. Kebanyakan dari mereka terpapar game online.

“Dengan perkembangan zaman seperti sekarang terdapat anak kecil yang bahkan sudah dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Di kami sudah banyak orang tua yang membawa anak mereka untuk direhabilitasi,” katanya.

Potensi masalah ini semakin besar karena orang tua sudah banyak yang memberikan gadget kepada anak mereka. Pemberian ini dilakukan awalnya agar anak bisa bermain tanpa menganggu kegiatan orang tua.

Sayangnya ini membuat anak menjadi kecanduan. “Kalau gadget dipakai berlebihan dan menjadi ketergantungan bisa menganggu jiwa anak tersebut. Contohnya pas pemadaman listrik pada Agustus lalu, ada anak kecil yang ngamuk gara-gara gawainya mati, tidak bisa diberi tahu kondisinya, ngamuk menghancurkan pintu. Itu hal yang tidak diduga. Anak sekecil itu gara-gara HP enggak bisa di-charge, menghancurkan pintu,” kata dia.

Elly mengatakan hal itu bisa dicegah dari awal, yakni memberikan gadget pada anak sesuai dengan usianya. Selain itu, orang tua harus membuat anaknya aktif bermain dengan teman seusianya dan mempopulerkan permainan tradisional kembali.

Hal senada diucapkan Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa pada Dinas Kesehatan Jabar Arief Sutedjo. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, orang tua dan guru di sekolah memiliki peran penting membangun sikap anak.

“Misalnya guru harus bisa mengajarkan anak agar menghindari hal negatif yang bisa ada di sekolah. Mereka juga harus diajarkan bisa bergaul dengan lingkungan yang baik,” ujarnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *