Perdes aneh, Warga Tapteng Konsumsi Narkoba Bisa Diusir dari Kampung

Perdes aneh, Warga Tapteng Konsumsi Narkoba Bisa Diusir dari Kampung

Warga Tapanuli Tengah (Tapteng) jangan pakai narkoba kalau tidak mau diusir

Gawat! Perdes Aneh, Warga Tapteng Konsumsi Narkoba bisa Diusir dari Kampung

Konten.co.id – Keseriusan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam memerangi narkoba ditunjukkan dengan akan mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) per tanggal 1 Januari 2020.

Dalam Perdes tersebut berisi kalau yang ketahuan sebagai pengguna dan bandar narkoba akan diusir dari kampung dan Kabupaten Tapteng selama 15 tahun.

“Saya ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah bahwa terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020, setiap masyarakat yang ketahuan sebagai pengguna dan bandar narkoba akan kita usir dari Kabupaten Tapanuli Tengah dan selama 15 tahun tidak boleh kembali” tegas Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Kamis (17/10/2019).

Pihaknya mengakui kalau sering meminta kepada para anak muda untuk menjauh dari narkoba. Hal ini, lanjutnya, karena narkoba telah merusak sendi-sendi bangsa.

Narkoba pun dianggap merusak ekonomi Tapteng. Bagaimana tidak, sekitar Rp. 360 miliar uang di Tapteng diperkirakan hilang ke bandar narkoba.

“Sekarang ada yang tidak kita ketahui, padahal mudah dicerna, dihitung dengan matematika tapi telah terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Hari ini ada 20 Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, hampir rata-rata di setiap Kecamatan ada pengguna”, katanya.

Perhitungannya, kalau ada 350 ribu penduduk, 211 ribu orang dewasa. Dan kalau ada 10 ribu orang pengguna narkoba kali 100 ribu 1 hari, maka Rp. 1 miliar 1 hari, sebulan berarti Rp. 30 miliar.

“Kalau setahun menjadi Rp. 360 miliar. Ekonomi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah hancur akibat narkoba”, ujar Bakhtiar.

Sementara terkait Perdes tentang Pengguna dan Bandar Narkoba Tersebut menurutnya sangat layak diberlakukan. Narkoba sendiri dianggap telah nyata merusak bangsa, merusak ekonomi bangsa, merusak generasi bangsa dan penggunanya layak diusir bila ketahuan.

“Yang jelas begini, mengapa begu ganjang diusir…?, begunya entah dimana, ganjangnya entah kapan malah diusir, hanya gara-gara nengok celana dalamnya yang ditengoknya diusir dari kampung itu. Hari ini narkoba nyata merusak bangsa, merusak ekonomi bangsa, merusak generasi bangsa, kenapa ini tidak kita usir…?”, ucapnya.

Untuk itu, menurut bakhtiar, petugas perlu mengambil sikap tegas bila menemukan bandar narkoba. “Kalau melawan minimal tembak kakinya, kalau saya ditanya…? tembak ditempat para bandar narkoba, kalau pengguna masih bisa direhab, kalau bandar udah menerima hasil, mana ada rehabnya lagi”, tegasnya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *