Perang Dingin Awkarin Vs Budiman Sujatmiko

Perang Dingin Awkarin Vs Budiman Sujatmiko

Apa yang dilakukan Awkarin untuk Indonesia dikritisi politisi Budiman Sujatmiko karena dinilai sebagai pencitraan

Trending Twitter, Perang Dingin Awkarin Vs Budiman Sujatmiko

Konten.co.id – Awkarin saat ini tengah jadi bahan perbincangan. Karena saat ini ia sedang rajin-rajinnya berbuat kebaikan.

Mulai dari menyumbang ribuan nasi bungkus untuk demonstran, bersih-bersih sampah di lokasi demo, ikut memadamkan api di lokasi-lokasi kebakaran lahan dan hutan hingga membelikan motor buat driver ojol yang motornya hilang.

Namun kebaikannya tersebut justru jadi bahan kritikan oleh politikus Budiman Sujatmiko. Dalam akun twitternya ia membandingkan Awkarin dengan Tri Mumpuni.

“2 contoh kebaikan oleh 2 perempuan: 1. Awkarin & 2. Tri Mumpuni.. Yg pertama basisnya sensasi, yg ke 2 esensi. Kebaikan harus sensasional tp yg lebih penting juga esensial. Tak cukup salah 1. Budaya kita lebih suka yg pertama, meski tubuh kita butuh yg ke 2,”

Ia mengatakan dalam dua hal tersebut sesuatu yang esensial bisa mengubah nasib banyak orang dengan mendalam.

“tp jumlah yg terdampak lebih sedikit drpd dampak tindakan kebaikan sensasional. Kebaikan sensasional menginspirasi jauh lebih banyak orang tp dangkal dampaknya,”

“Yg esensial itu sumur, ia dalam tp tak lebar. Yg sensasional itu air menggenang, ia lebar tp dangkal. Cuma samudera yg esensial & sensasional. Ia kekal & dikenal karena dalam & sekaligus lebar. Peradaban manusia harus diarahkan ke keseimbangan ini agar adil,”

Ia  pun membandingkan Awkarin dengan Greta Thunberg dan Butet Manurung.

“Utk lebih meluaskan cakrawala, kita ambil contoh lain: Greta Thunberg & Butet Manurung. Greta menginspirasi orang banyak lewat sensasi di pusat2 atensi dunia (Eropa & Amerika) u/ advokasi lingkungan, Butet melakukan esensinya tinggal di hutan bertahun2”

Menanggapi hal ini Awkarin lewat akun twitternya @awkarin mengaku kaget diserang oleh politikus Budiman Sujatmiko.

“Ntahlah ini kenapa saya jadi diserang sama politikus. Padahal dari kemarin saya cuma berlaku kemanusiaan saja. Nggak usah khawatir, yang bilang saya mau nyaleg ngga kok. Jangan merasa terancam saya gak minat nyaleg juga. Cukup jadi relawan & aktivis aja tanpa bayaran saya senang!,” 

Ia pun menyayangkan pemikiran Budiman Sujatmiko. Ia meminta agar Budiman tidak membandingkan kedua wanita. Karena setiap orang punya peran berbeda.

“Jangan bandingkan wanita dengan wanita lain dengan maksud & tujuan menjatuhkan satu diantaranya. Mba Dian Sastro, Mba Tsamara Amany, Bu Butet & saya punya peran kami masing-masing dalam membantu negara ini. Gak perlu dibandingkan, Yang perlu, disatukan, diperkuat,”

Ia pun mengajak Budiman untuk membahas apa yang bisa dilakukan untuk negara Indonesia.

“@budimandjatmiko yuk pak, would be such an honor to meet you in person untuk membahas apa yang bisa kita bantu untuk negara ini,”

Hal ini pun mendapat respon dari netizen. Seperti dicuitkan @toegiono.

“Kadang2 politikus, apalagi yg bicara politik praktis, gelar sih berderet, tapi tindakannya tdk sesuai gelar. Sekalinya ada yg bagus, malah diserang lawan politik yg belum tentu dia bisa. Btw pak @jokowi saya nyalon jadi dubes RI utk Jepang saja kalau masih kosong lowongannya”

Sementara akun @Iimfahima mencuitkan,”Kehebatan @awkarin: Menggunakan influencenya utk mengajak orang berbuat baik. Kehebatan bu Sri Mumpuni: Bukan pejabat tp melakukan hal yg harusnya tanggung jawab negara. Ngga usah menggunakan sesama perempuan utk merendahkan perempuan lain! Norak!,” ucapnya.

Sedangkan akun @LooTjianPwee mencuitkan “Menyatakan tindakan @awkarin adlh sensasional merupakan tuduhan negatif yg serius Apa yg dilakukannya murni krn keinginannya trlibat dlm mslh sosial (politik) Bkn utk pencitraan spt yg anda dkk politisi mainstrram lain lakukan; semua yg kalian lakukan u/ meraih dukungan publik,”. (*)

Penulis : Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *