Netizen Ingin Jam Kerja Dokar di Bali Dibatasi Lewat Petisi

Netizen Ingin Jam Kerja Dokar di Bali Dibatasi Lewat Petisi

Netizen buat petisi potong jam kerja dokar di Kuta Bali agar kuda bisa terawat dan tidak kelelahan.

Jam Kerja Dokar di Bali Minta Dibatasi, Netizen Bikin Petisi

Konten.co.id – Jam kerja dokar atau delman di Kuta Bali saat ini sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, kuda dokar atau delman tersebut tidak dibiarkan beristirahat hingga malam hari. Akibatnya banyak kuda yang sakit.

Oleh karena itu, seorang netizen bernama Amanda membuat petisi di situs Change.org yang berjudul “Petisi potong jam kerja dokar di Kuta Bali” yang saat ini sudah ditandatangani 110 ribu orang.

Dalam petisinya Amanda menuliskan kalau ia ingin mengupayakan perubahan kelayakan hidup kuda dokar atau delman yang hidup di seluruh Indonesia.

Ia mengaku terlalu banyak melihat dan menyaksikan sengsaranya, kesakitan, kekerasan yang dialami kuda delman yang harus berdiri berjam-jam bahkan sampai malam hari.

“Inilah yang membuat saya enggan untuk berjalan jalan di area ini. Sedih sekali hati saya melihat pemandangan ini,” katanya.

Suatu malam, ia mengaku pernah menelusuri area turis jalan Kuta.

Disini ia melihat salah satu kuda sangat kelihatan sakit, ada cairan keluar dari mulutnya dan kaki belakangnya menyilang.

Ia mengaku sangat sedih lalu mulai mendokumentasikan lewat video. Namun ia melihat bapak-bapak yang nampak marah dan melototkan mata mereka ke arah Amanda.

“Berhubung saya tidak mau cari ribut, saya hanya video kan saja kuda sakit tersebut, terangnya.

Ia mengaku geram lantaran manusia yang menggunakan binatang untuk menafkahi kehidupannya, tapi tidak menyayangi, merawat hewan yang sudah memberinya rezeki.

Ia sudah mulai share di facebook. Banyak yang mengecam kekejian terhadap kuda ini.

“Bayangkan kuda kuda dokar atau delman ini harus berdiri seharian, panas, haus, stress mendengarkan manusia jerit sana sini, suara dentuman musik keras, klakson motor dan mobil di sekitar kuda berdiri,” imbuhnya.

“Matanya boleh tertutup, tapi kuda kuda ini tetap terkejut mendengar semua suara yang ada di sekitarnya. Penyiksaan sadisme,” tambahnya.

Melalui petisi ini, ia berharap pemerintah Dinas Perhubungan Provinsi Bali bisa memotong jam kerja kuda ini.

Ia meminta agar semua kuda dokar atau delman di setiap wilayah Bali hanya diizinkan beroperasi jam 08.00 WIB sampai jam 17.00 sore dan Senin sampai Minggu.

“Biarkanlah kuda kuda ini beristirahat. Dimana dengan mengurangi jam kerja dan kudanya bisa istirahat total. Saya pribadi sangat berharap ini boleh terealisasi,” ucapnya.

Para pemilik kuda dokar, lanjutnya, juga wajib punya izin, baik izin dari Dinas Perhubungan terkait, edukasi tentang merawat, memelihara kuda dan lulus cek sehat dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali.

” Mohon untuk memberi sanksi jika ada kuda dokar yang kelihatan mash bekerja di jalanan,” tukasnya.

Hal ini pun ditanggapi sejumlah netizen. “Sudah waktunya kita menaruh lebih banyak kasih sayang kepada hewan,” ucap Fiona Pangkey.

Hal senada diungkapkan Dwi Surihartini. “Saya sangat setuju dengan petisi ini, cukup 2x sy naik dokar. Pertama saat sy msh kecil, yg sy tahu hanya senang naik ini. Kedua, saat sy mengajak anak” Sy naik dokar hr minggu di puputan badung, disana sy mulai berpikir, kasihan kuda ini, dan sy berjanji itu terakhir kali sy naik dokar.

Manusia blh merasa lelah mencari nafkah menjadi supir delman, tp manusia bs istirahat makan dan minum jk merasa lelah. Kalau kuda, apakah mereka bs bicara saat mereka merasa lelah atau sakit? TIDAK! Jd sbg seorang manusia yg berakal budi, alangkah baiknya kita merawat kuda dg baik, dan memberinya kesempatan beristirahat. Krn meski tenaga kuda katanya kuat, mereka ttp hanya makhluk hidup yg perlu istirahat. Trims” katanya.

Sementara Kana Sari meminta agar pembatasan jam untuk kuda delman bukan hanya di Bali, tapi semua daerah.

“Kak….tolong jangan yang cuma di bali kak.saya pernah liat di yogya juga gitu,kudanya jatoh pas bawa penumpang saya langsung jerit liatnya kak tapi kusirnya kaya gax peduli.mau saya tampol rasanya tapi saya bisa apa.tolong kak ssmua dokar2 yang ada di indonesi jga diperjuangkan kak.maaksih banyak”. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *