Merapi Meletus Lagi, Warga Diimbau Menjauh Dari Jarak Bahaya

Merapi Meletus Lagi, Warga Diimbau Menjauh Dari Jarak Bahaya

Gunung Merapi kembali meletus dengan kolom abu setinggi 3 ribu meter dari puncak gunung.

Warga Merapi Hindari Jarak Bahaya 3 Kilometer Pasca Merapi Meletus Lagi

Konten.co.id – Gunung Merapi kembali meletus, Senin (14/10/2019) sekitar pukul 16.31 WIB. Beberapa jam usai erupsi petang hari, gunung api itu juga menghembuskan lagi awan panas atau wedhus gembel pada pukul 20.19 WIB.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan kedua erupsi petang dan malam merupakan kejadian awan panas letusan. Letusan itu juga memunculkan kolom abu setinggi 3.000 meter dari puncak Gunung Merapi.

Berdasarkan laporan BPPTKG, Awan Panas Guguran pada Senin malam tercatat di seismogram dengan durasi sekitar 76 detik dan amplitudo maksimum 30 mm. Namun, jarak luncur awan panas tersebut tidak teramati karena cuaca di sekitar puncak Merapi sedang berkabut.

Menurut BPPTKG, penyebab letusan adalah akumulasi gas vulkanik yang terlepas secara tiba-tiba. Bahaya kejadian ini adalah kemunculan awan panas letusan yang bersumber dari material kubah lava.

Saat ini, jangkauan luncuran awan panas diprediksi sebatas di area radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Sebab, dari pantauan BPPTKG, volume kubah lava Merapi saat ini baru mencapai 468.000 meter kubik.

BPPTKG pun meminta warga patuhi jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Masyarakat dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Awan panas serupa pernah terjadi pada 22 September 2019. Sedangkan kali ini, Merapi juga memuntahkan abu yang menghujani kawasan Magelang. Sedangkan di Bantul terjadi gempa bumi.

Merapi adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan karena itu dianggap sangat berbahaya lantaran biasa erupsi dalam periode 2-5 tahun sekali. Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak kurang dari 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1.700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. (*)

Penulis : Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *