Mengungkap Alasan Hashtag LDII Menggaung di Twitter, Ada Apa?

Mengungkap Alasan Hashtag LDII Menggaung di Twitter, Ada Apa?

Tagar LDII menggaung karena adanya isu lantai masjid yang dipel setelah ada yang salat.

Maksud dan Tujuan Hashtag LDII Digaungkan di Twitter, Ada Apa?

Konten.co.id – Hari ini tagar #LDII mendadak jadi trending di twitter. Ribuan orang mencuitkan dengan tagar tersebut.

“Isu lama terbuka kembali dan isu itu hoax masih aja di ungkit lagi gw bingung sama kalian netijen, kok jelekin #LDII mulu dah padahal #LDII kagak jelekin kalian, dan gw kasih tahu ke kalian orang solat di masjid #LDII ga da pel2an, banyak orang non ldii solat tapi ga di pel…” cuit @danyputra25.

Sementara @kikasyafii mencuitkan “#LDII ini mirip dengan PKS dalam hal dakwah dan kaderisasi. Juga mirip dengan Syiah + Ahmadiyah dalam hal imamah. Setiap kelompok digawangi oleh ulama pengampu dan berbentuk cluster baik lingkungan maupun habitatnya,”

Sedangkan @RenoAlpa mencuitkan “Mumpung #ldii lgi trending Nih gua jelasin, LDII itu ORGANISASI ISLAM. So klian bilang negatif tentang LDII, itu buat apa ? Apa tujuan anda” semua yg bilang LDII itu, apalah yg negatif ???”

Diketahui tagar LDII sendiri berkembang lantaran adanya netizen yang baru saja sholat dan dipel lantainya oleh salah satu perwakilan masjid.

“Di masjidku aku bebas sholat, di masjid orang, aku abis sholat dipel juga pernah… Aku tanya lhoooo kenapa ini ngga dikasi tau alasannya, cuma diem aja pergi…”

Namun sejumlah followernya menimpali kalau itu adalah LDII. “Kalo ini sih LDII wqwq”

Hal senada dicuitkan @DimassSeno. “Masjid LDII mesti itu mas”

LDII didirikan oleh Nur Hasan Ubaidah Lubis, sekitar tahun 1951 di desa Burengan Banjaran, Kediri, Jawa Timur. Saat ini anggotanya mencapai 15 juta jiwa.

Organisasi juga ikut memberikan dakwah islam. Salah satu yang jadi permasalahan adalah terkait muslim non LDII yang salat di masjid LDII harus dipel atau dibersihkan.

Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan kalau LDII hanyalah organisasi dan tidaklah berbeda dengan islam lain. Mengenai mengepel lantai masjid setelah salat, dikatakannya bukanlah termasuk penghinaan terhadap orang Non LDII.

“Ada jadwalnya untuk mengepel lantai masjid jadi bukanlah untuk menyinggung atau apa. Kalau ada yang bilang orang Non LDII harus dipel lantainya setelah salat di masjid LDII dijamin itu LDII jaman dulu,” katanya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *