Lewat Dua Aplikasi, Pemerintah Percepat Izin Impor

Lewat Dua Aplikasi, Pemerintah Percepat Izin Impor

Lewat aplikasi Single Submission dan Gateway Sistem Delivery Order Online urusan izin impor hanya makan waktu 15 hari.

Izin Impor Barang Kini Semakin Mudah dengan Dua Aplikasi Baru

Konten.co.id – Pemerintah Indonesia lewat bea cukai meluncurkan aplikasi integrasi Single Submission Pelayanan Fasilitas Fiskal atas Impor Barang Operasi untuk Kegiatan Hulu Migas serta Soft Launching Gateway Sistem Delivery Order Online dalam Sistem Indonesia National Single Window (INSW), Senin (14/10/2019).

Peluncuran aplikasi integrasi ini juga diikuti dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Single Submission Fasilitas Panas Bumi.

Aplikasi Single Submission sendiri adalah mekanisme penyampaian data dan informasi secara tunggal dalam rangka penyelesaian administrasi perijinan, kepabeanan dan pergerakan barang.

Pengajuan fasilitas fiskal bagi para pelaku usaha hulu migas yang sebelumnya diajukan oleh K3S ke masing-masing K/L yaitu SKK Migas, ESDM dan Bea Cukai, kini dapat diajukan langsung ke Sistem INSW untuk selanjutnya diteruskan ke sistem kementerian atau lembaga terkait.

Sementara perekaman elemen data dan pengajuan dokumen lampiran yang sebelumnya terjadi duplikasi, kini dapat dilakukan dengan single entry. Kemudian, pengajuan DO yang tadinya manual dan elektronik.

Melalui sistem masing-masing shipping line, kini dapat dilakukan melalui INSW gateway. Dengan sistem ini waktu layanan pun berhasil dipangkas dari semula 42 hari kerja menjadi hanya 15 hari kerja.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan bahwa ini merupakan kerjasama atau sinergi yang baik bagi kemudahan pelayanan bagi pengusaha yang berujung pada penerimaan negara yang tumbuh dan tingkat kepatuhan pengusaha yang membaik.

“Ini bukti INSW meng-enhance dirinya sebagai fasilitator untuk mengoptimalkan, berkordinasi dan berkolaborasi sehingga menyatu. Ujungnya bagi pengusaha adalah kenyamanan dalam arti percepatan layanan, keamanan layanan sehingga tidak bocor,” katanya.

“Kalau semua cepat, murah, terjangkau, pelayanannya mudah, penerimaan negara tumbuh. Voluntary compliance (juga) bagus karena pengusaha merasa aman dan nyaman, sehingga tercipta iklim yang kondusif,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *