KPK Enggan Tanggapi Kasus Perusakan Buku Merah

KPK Enggan Tanggapi Kasus Perusakan Buku Merah

KPK mengatakan kalau soal perusakan buku merah sudah diserahkan ke polisi

Soal CCTV Perusakan Buku Merah, Ini Komentar KPK

Konten.co.id – Jagat maya dihebohkan dengan video viral perusakan buku merah yang diduga berisi catatan aliran uang dalam kasus suap impor daging yang telah menyeret pengusaha Basuki Hariman ke penjara.

Kasus perusakan buku merah itu kembali mencuat setelah rekaman CCTV KPK bocor ke publik. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah penyidik KPK diduga melakukan penghilangan nama-nama yang diduga menerima aliran uang dari Basuki Hariman sebagaimana yang tercantum dalam lembaran buku merah tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Juru Bicara KPK Febri Diansyah enggan berkomentar banyak. Dikatakannya ini sudah masuk dalam materi kasus dugaan perintangan penyidikan berupa perusakan buku merah yang kini ditangani Polda Metro Jaya.

“Mungkin lebih baik saya tidak mengkonfirmasi terkait dengan substansi tersebut, karena proses penyidikan masih berjalan di Polda Metro Jaya,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019) sore.

Febri juga menyebut jika KPK sudah lama telah menyerahkan salinan rekaman CCTV kepada penyidik Polri dengan alasan untuk kepentingan penanganan kasus.

“Dan salinan CCTV itu tadi saya cek juga ke bagian pemeriksa internal, salinan CCTV itu juga sudah pernah disampaikan sebelumnya ke pihak Polri untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Febri.

Febri mengatakan sejumlah dokumen yang disita dalam kasus Basuki Hariman pernah dibuka ke persidangan.

Namun, ia mengaku tak mengetahui rekaman CCTV yang dibuka di persidangan Hariman itu sama dengan rekaman CCTV di lantai 9 gedung KPK yang diduga merekam sejumlah penyidik saat melakukan perusakan terhadap buku merah.

“Jadi ada dokumen yang disita berdasarkan penetapan pengadilan dan juga salinan CCTV. Tapi saya itu tidak tahu secara detail ya bagaimana persisnya isi CCTV itu, karena itu menjadi bagian dari dokumen dalam proses penyidikan yang berjalan,” kata Febri.

Menurutnya, setiap penyidik harus menaati prosedur yang berlaku saat melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti sebuah perkara. Maka itu, Febri menilai bahwa terkait kasus perusakan buku merah memang ketika itu sudah masuk dalam tahap pemeriksaan internal.

Namun, lanjut Febri, pemeriksaan internal KPK itu belum selesai karena Harun dan Roland, dua penyidik KPK yang diduga terlibat dalam kasus perusakan buku merah itu terburu dipulangkan lagi ke institusi Polri.

“Sayangnya memang proses pemeriksaan internal itu belum bisa berjalan sampai dengan selesai begitu, karena dua orang (Ronald dan Harus penyidik KPK) dikembalikan ke atau kembali ke Polri dan mendapat penugasan di sana,” kata Febri.

Sebelumnya, kasus perusakan buku merah di KPK kembali mengemuka. Kini Indonesia Leaks mengaku miliki bukti baru berupa rekaman CCTV video detik-detik buku merah itu dirusak oleh salah seorang pegawai KPK.

Dalam akun twetternya, Indonesia Leaks menuliskan “#IndonesiaLeaks kembali menerima bocoran penting mengenai kasus perobekan buku merah di Gedung KPK, April 2017 silam. Kali ini bentuknya adalah sebuah rekaman video CCTV yang menegaskan bahwa skandal perusakan barang bukti itu benar-benar terjadi. https://t.co/cXlpUvQ34j,” tulisnya.

Tulisan Indonesia Leaks tersebut mengundang berbagai tanggapan netizen.

Akun @kafiradikal menuliskan “…Kalian tahu apa itu kiamat hukum di Indonesia?

OTT sekretaris MA / ketua MK?

Bukan!

#

Inilah kiamat hukum di NKRI, ketika benteng hukum terakhir (KPK) bisa terlibat dalam pelenyapan barang bukti.

Yg lebih ironis? Cek pinned tweet gw. (“,)

Sementara itu akun @do_ra_dong menuliskan.

Buaya + kodok vs cicak + kadal

Cukup lihat bagaimana KPK menjadi lapak kepentingan yang harus direbutkan

Ditambah para buzzer pejaten sang jenderal rekening gendut massif melakukan “perlawanan” terkait beredarnya video cctv robeknya buku merah https://t.co/EpKEq2nfh1

Banyak lagi tulisan netizen dalam twetter yang memenuhi lini massanya dengan #bukumerah. Tagar ini, melambung di tag oleh 34,5 ribu netizen. (*)

Penulis : Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *