Kisah Mistis Uji Nyali di Menara Saidah Gatot Subroto

Kisah Mistis Uji Nyali di Menara Saidah Gatot Subroto

Kisah Mistis Uji Nyali di Menara Saidah Gatot Subroto.

Ini Kisah Mistis Uji Nyali di Menara Saidah Gatot Subroto

Konten.co.id – Warga ibu kota Jakarta tidak ada yang tidak kenal dengan Menara Saidah. Terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat gedung ini berdiri megah di salah satu area perkantoran paling elit di Ibukota Indonesia.

Namun, kontras dengan kemegahan bagunan dan lingkungannya, kisah seram merebak dari gedung yang diresmikan pada tahun 2001 ini.

Pada tahun 2007 gedung ini resmi ditutup. Semua perusahaan yang pernah menyewa gedung tersebut angkat kaki, termasuk Kementrian Pembangunan Percepatan Kawasan Timur Indonesia (yang kini berubah nama menjadi Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal). Sejak itulah gedung ini bertransformasi dari gedung megah dengan arsitektur Romawi menjadi gedung yang sering disebut-sebut sebagai ‘Istana Jin’.

Kisah mistis di Menara Saidah dituturkan oleh pemilik akun @astajoz_

“kejadian ini terjadi di tahun 2011. dimana gue dan kengkawan gue masih SMA kelas 1 dan unyu unyu semua.”

Ia mengatakan kalau ia dan lima temannya yaitu Hanung, Galih, Ryan, Deka, dan Tejo melakukan uji nyali di tempat tersebut. Ia dan kawan-kawannya berkumpul di sekolah pukul 22.00 WIB.

Ia pun langsung ke menara Saidah dan “nyogok” satpam dengan segelas kopi agar bisa masuk ke dalam gedung tersebut.

Mereka pun langsung ke arah basement gedung. “Mitosnya kan gabakal kenapa2 kalo kita genap. di basement pertama gada apa2. cuma parkiran kosong dan lembab. deka sibuk motret motret pake flash,” katanya.

Setelah selesai di basement pertama, ia dan kelima temannya turun ke basement kedua. Disini, kata dia, hawanya semakin lembab dan mencekam.

“gatau kenapa pokoknya gitu. senter hengpong (handphone) blekberi (blackberry) kita mati satu2. itu aneh karena gamungkin tu blekberi tiba2 nge reboot hampir barengan semuanya.

Setelah 15 menit menunggu di mushola basement dua, ia mengaku menemukan jejak kaki di dalem musola.

“masih baru cui. tapi gede bat gede. jujur gue yang aslinya skeptis as fak mulai agak2 ngeri sih,” terangnya.

Meski demikian, mereka pun berusaha tenang. Ketika masuk basement 3, tiba-tiba muncul bau bangkai.

Ia pun menceritakan kalau di basement 2 mereka sempat bertemu dengan kumpulan pekerja yang sedang tidur dibawah lampu kuning. Hanung pun langsung menanyakan ke satpam.

“pak itu ada kuli dibawah lagi tidur ya?”

Jawaban sang satpam justru membuat bulu kuduk semakin merinding. “hah? boro2 kuli. listrik aja cuma sampe pos satpam” dor yes ahay ahay terus siapa yang kita liat donk,”

Saat beristirahat sang satpam baik hati tersebut bercerita kalau sepinya gedung ini karena banyak orang yang enggan kesana karena konstrusinya dianggap gagal karena miring.

Mereka pun melanjutkan masuk ke dalam gedung. Karena kacanya yang terkunci, Raka pun melempar batu hingga pecah.

Akhirnya mereka masuk kedalam lobby. Saat hendak duduk, tiba-tiba Tejo berteriak. “Woy ini kursi gue woy”. Saat itu terlihat Tejo saling tarik kursi dengan angin.

“Dan pas dia lepas tu korsi kelempar lumayan jauh. disini gua mulai merinding. tapi akal sehat gua masih mikir: “ah tejo boongan” gataulah ya anjir diinget2 merinding juga,” tambahnya.

Saat di kamar mandi pria, lanjutnya, ia melihat lubang sebesar manusia di dinding. Lalu tidak sampai tiga menit, Galih berteriak karena menemukan kertas di kamar mandi wanita.

“BRAY ADA KERTAS BRAY LOCIT DAH” katanya.

Kertas diatas kloset duduk tersebut berisi sebuah tulisan dengan tinta pulpen yang hampir habis bertuliskan “TOLONG” yang buat semua orang di ruangan tersebut terdiam.
Tiba-tiba kertas tersebut terbang sendiri dan lecek membuat mereka lemas dan merinding.

Ia pun langsung ditarik oleh Raka. Namun Tejo dan Ryan masih tertinggal disana dan berteriak “BOY TANGKEP BOY”.

Rupanya mereka mengejar sesuatu ke lubang di kamar mandi pria. ‘Sesuatu’ tersebut berbentuk pria kecil botak seperti tuyul.

Mereka pun langsung lapor ke satpam yang dijawab dengan santainya, “halah paling noni belanda. sering dia mah gitu2” yang membuat mereka berenam ketakutan bukan main.

Setelah itu mereka memutuskan untuk masuk ke pintu darurat basement dan ternyata benar kalau kuli di dalam basement dua memang tidak ada.

“Nah di basement 1 & 2 dikonci pintunya, kita masuk dari basement 3. baru dibuka tu pintu, tiba2 hanung sama ryan ngibrit ke atas,” katanya

Sudah terlanjur basah masuk ke dalam ruangan tersebut, ia pun masuk ke dalam pintu darurat basement yang sulit dibuka dan ditutup. Sehingga sang pemilik akun bernama Bramantha Zakki ini harus melepas dan mengganjal pintu dengan sebelah sandalnya.

“suasana lumayan mencekam. kita naik sampai lantai 3 kayaknya. karena diatas itu udah ditumpuk kursi dan meja. kita gabisa lewatin,” katanya.

Namun tiba-tiba blackberry yang mereka bawa reboot dengan sendirinya membuat Tejo buru-buru menyalakan korek dan menunggu reboot selesai karena terlalu bahaya kalo mereka turun tanpa senter.

Suasana pun bertambah angker ketika ia sedang menunggu reboot tiba-tiba terdengar suara tapak kaki yang berasal dari atas. Usai reboot ia pun langsung menyalakan senter dan turun pelan-pelan.

“sampe di bawah…. PINTU YANG GUE GANJEL SENDAL KETUTUP DONG ADOH PANIK LAGI eh ternyata tinggal dorong bisa cui hehe sendal gue ketipisan buat nahan pintu darurat,” tambahnya.

Lalu ia pun bertanya pada Hanung kenapa ia lari. Jawaban Hanung pun membuatnya kaget dan merinding. “BELAKANG LO ANJIR ADA MBAK MBAK MERAH MASA GUA IKUTIN”

“lahiya gua mo pingsan. akhirnya kita pulang. dah gitu aja seremnya.”

Meski terdengar menakutkan, tapi tetap kita harus percaya bahwa tuhan menciptakan makhluk di dua alam. Yaitu alam gaib dan nyata.

Uji nyali pun boleh dilakukan asal dengan izin dan jangan takabur. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *