Kisah Mistis Setelah Meninggalnya Janda Kaya Sumarsih

Kisah Mistis Setelah Meninggalnya Janda Kaya Sumarsih

Sumarsih janda asal Desa Pucang, Temanggung masih sering mengganggu setelah dia meninggal dunia.

Menyeramkan, Kisah Mistis Setelah Meninggalnya Sumarsih

Konten.co.id – Kisah urban legend atau mistis di Indonesia tiada habisnya. Baru-baru ini kembali hadir kisah mistis dari Temanggung, Jawa Tengah.

Dikisahkan lewat thread twitter @AgilRSapoetra tentang kematian misterius Sumarsih warga Desa Pucang.

Ia menceritakan kisah dengan narasumber pak Kholil ini dimulai di Temanggung, Pertengahan tahun 1984 di desa Pucang (disamarkan), ditemukan mayat di rumah Sumarsih warga setempat.

Bentuknya sudah hampir tidak bisa dikenali, sudah hampir menjadi rangka yang berbalut baju.Mungkin sudah berbulan-bulan mayat itu disitu.

Warga belum bisa memastikan itu mayat siapa. Ada yang bilang itu mayat Sumarsih.

Tapi ada juga yang bersaksi melihat Sumarsih mondar-mandir seperti orang kebingungan di pekarangan depan rumahnya, 1 hari sebelum mayat itu di temukan.

Sedikit cerita, Sumarsih adalah seorang janda kaya, tapi semenjak anaknya meninggal dua tahunan yang lalu, ia menjadi depresi, mulai tidak bicara, tidak pernah membuka jendelanya, dan keluar mondar-mandir di pekarangan rumahnya saat malam hari.

Mayat itu masih menjadi teka teki. Ada yang bersikeras itu adalah korban yang dibunuh Sumarsih. Pasalnya tidak sedikit juga yang melihat sumarsih sehari sebelum kejadian

Ada yang ngotot itu adalah mayat Sumarsih karena baju yang dipakainya. Semua mencoba menalar.

“Kalau mayat ini masih utuh mungkin masuk akal kalo ini Sumarsih, karena banyak yang melihat Sumarsih sehari sebelum kejadian, tapi mayat ini sudah hancur, ini berbulan-bulan disini!!,” katanya.

Yang menjadi tanda tanya lagi, para warga yang melihat Sumarsih sehari sebelum penemuan mayat, dia melihat Sumarsih memakai pakaian persis seperti pakaian yang dipakai mayat itu.

Polisipun datang, jenazah dibawa. Namun tiga hari setelah kejadian, pak Kholil melihat Sumarsih duduk depan rumahnnya di malam hari

Dia duduk sambil memegangi lampu minyak. Pak Kholil memanggil “Sih…asih” tapi Sumarsih malah berdiri dan berjalan memasuki rumahnya.

Pak Kholil langsung bergegas ke rumah pak RT untuk memberitahu kalau Sumarsih dirumah.

Namun di tengah jalan pak Kholil baru sadar kalau pakaian yang dipakai Sumarsih sama persis dengan pakaian yang di pakai mayat tiga hari lalu. “di sini pak kholil yg tadinya berada di kubu itu bukan mayat sumarsih langsung goyah “Apa itu demit ya” batinnya,” tuturnya.

“Ah ramungkin” pak Kholil menepisnya. Dia yg tadinya berjalan menuju pak RT justru urung dan mampir kerumah temannya, pak Ramli dan menceritakan apa yang ia lihat di depan rumah Sumarsih.

“Aku mau weruh asih jagongan ning ngarep omah” (tadi sy lihat asih duduk di depan ruma) kata pak Kholil.

“Ah tenane (yang benar saja), jawab pak Ramli.

“njo parani wae maneh (ayo samper aja lagi)” tantang pak Ramli.

Mereka berdua pun berjalan menuju ke rumah Sumarsih yang 200m dari rumah pak Ramli. Dan benar saja, Sumarsih memang ada di situ. Dia sedang berjalan mondar-mandir di depan rumahnya.

“Ini aktivitas rutin sih sejak sumarsih di tinggal anaknnya,” kata pak Kholil.

“Kae to tenan, asih ono ning omah (tu kan beneran asih ada di rumah),” kata pak Kholil.

Pak Ramli pun mengaku terkejut sekaligus heran karena cara jalan Sumarsih berbeda dari biasanya. Sumarsih terlihat jalan patah-patanh dan cepat.

“Ho.o ki, tapi kok rodo aneh yo, mlakune kui lho (iya tapi kok agak aneh ya, cara jalannya itu lho)

Pak Kholil dan Ramli merasa takut tapi penasaran akan hal itu. Pak Kholil pun memberanikan diri memanggil Sumarsih.

“sih…asihhh woy..: marr…marsih,”

Sosok sumarsih itu berhenti dan menoleh ke arah pak Kholil dan Ramli. Dia senyum dan bilang “Opo to kang?” lalu terbang masuk e pintu menembus garis polisi didepan rumahnya.

Pak Ramli dan pak Kholil lari tunggang langgang. Peristiwa itu terjadi sekira jam 11 malam, mereka lari dan kembali ke rumah pak Ramli.

Suasana desa pun mendadak mencekam setelah penemuan mayat itu. Didalam kamarnya pak Ramli dan pak Kholil masih ketakutan

Mereka semakin yakin kalau mayat itu adalah Sumarsih dan yang baru mereka lihat adalah arwah Sumarsih.

Mereka berdua memilih untuk tidak menceritakan kepada siapa-siapa, sebelum semuannya benar-benar jelas.

Sekira jam 12 malam, diluar rumah terdengar ada keriuhan, pak Kholil dan Ramli pun keluar. Terlihat beberapa warga sedang heboh, salah satunya pak Jumadi. Dia mengaku melihat Sumarsih sedang menyisir rambutnya didepan rumahnya.

Ternyata banyak lagi warga yang melihat. Akhirnya warga memutuskan untuk mengecek bersama-sama ke rumah Sumarsih.

Ada yang percaya itu hantu, ada yang tetap bersikeras kalau itu benar Sumarsih yang sudah mulai gila dan membunuh orang.

Sampailah warga di depan rumah Sumarsih yang terlihat sepi, gelap. Bahkan tidak ada tanda-tanda Sumarsih berada disitu. Hanya terlihat bentangan garis polisi di sepanjang rumahnya, namun warga tetap penasaran.

Akhirnya ada salah satu warga yg menghubungi polisi dan babinsa setempat, warga menceritakan melihat orang berkeliaran di rumah Sumarsih itu

Polisipun datang dan menyisir seluruh isi rumah dan hasilnya nihil. Polisi tidak menemukan siapapun. Bahkan tanda ada orang masukpun tidak ada.

“Lalu tadi siapa??” pikir pak Kholil.

Sampai kesokkan harinya, hasil forensik menunjukan bahwa mayat itu adalah Sumarsih. Ini diperkuat dengan bukti gigi emas di gigi taringnya yang memang dikenal menjadi ciri khas Sumarsih.

Usai itu, dikuburkanlah Sumarsih selayaknnya di pekuburan desa, disamping makan anak dan suaminya. Kasus kematian Sumarsihpun menguap begitu saja.

4 tahun kemudian dibeli seseorang dan dijadikan pabrik pembuatan gula aren. Entah kenapa cuma bertahan 1 tahun, setelah itu rumah Sumarsih dibiarkan saja tak terurus.

Hingga kini rumah tersebut ditumbuhi ilalang dan sebagian tembok bangunan ada yang roboh, terlihat bolong tak beratap.

Konon sampai sekarang banyak warga sekitar yang melihat sosok Sumarsih dirumah itu. Berbaju hijau, berambut panjang, menampakkan diri, entah sedang mondar-mandir di pekarangan rumah, ataupun sedang menyisir rambut di depan rumah.

Tak jarang juga tercium bau amis, terdengar suara orang nangis, bernyanyi dan tertawa yang mana menurut kesaksian orang yang mengenal Sumarsih semasa hidupnya, itu adalah suara Sumarsih.

Tapi kisah ini janganlah membuat anda takut. Karena bisa saja makhluk tersebut adalah setan yang bisa merubah diri menjadi mirip manusia yang pernah hidup sebelumnya.

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” (Q.S. Ar-Rahman : 33). (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *