Kisah Mistis Hantu Muka Rata di Universitas Brawijaya

Kisah Mistis Hantu Muka Rata di Universitas Brawijaya

Hantu wanita muka rata kerap ganggu mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengerjakan tugas sampai malam hari.

Seram, di Universitas Brawijaya Ada Hantu Wanita Muka Rata

Konten.co.id – Indonesia kaya akan urban legend atau kisah mistis. Bahkan di tempat belajar seperti universitas pun juga terselip sebuah kisah yang cukup menyeramkan.

Seperti yang dikisahkan oleh akun @bobbyprimadi. Ia mengisahkan tentang kisah mistis yang terjadi di Universitas Brawijaya Malang.

Ia menceritakan tentang pengalaman temannya yang sudah pernah merasakan kisah mistis di wilayah kampus yang berada di Jl. Veteran Malang, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang ini.

“oke karena banyak yang bilang ub itu kampus yang “seram” disini aku mau cerita beberapa urban legend yang tersebar di ub. saya belum tahu terlalu banyak sih tapi yang jelas beberapa yang akan saya tulis ini adalah pengalaman teman saya,”.

Kisah ini, lanjutnya yang paling tua dan paling terkenal. Yaitu tentang adanya penampakan hantu wanita bermuka rata.

Konon makhluk ini biasa muncul di fakultas kedokteran dan perpustakaan pusat. Ia menceritakaan temannya yang berinisial N yang baru saja mengerjakan tugas di perpustakaan kampus hingga malam hari.

Karena pukul 23.00 WIB area kampus sudah harus steril, maka ia pun memutuskan untuk pulang. Karena ia sendiri tak mau diusir oleh petugas.

Akhirnya ketika lampu sudah dimatikan, N pun berjalan kaki dari perpustakaan pusat menuju kost.

N yang masih mahasiswa baru (maba) sehingga ia belum berani membawa motor ke area kampus. Alhasil ia jalan kaki dengan keadaan sekitar yang gelap gulita dan sudah sepi.

Ia juga tak memesan ojek online karena jarak dari perpustakaan ke kost cukup dekat dan ia bisa berhemat.

Tetapi disaat itu juga ia merasa ada hal yang aneh. Di sekitar rektorat memang banyak pohon-pohon tinggi, dan ia pun melihat ada sosok gadis berambut panjang yang cukup tinggi, bersandar di bawah pohon.

Dari situ ia sudah berpikir yang tidak-tidak, namun dia juga berusaha untuk tidak teriak ataupun ketakutan. Akhirnya ia tetap melewati pohon itu dan bersikap bodo amat.

Ketika dia melewatinya, ada bau yang sungguh menyengat mengganggu penciumanya. Tiba-tiba ia menginjak sesuatu yang amat basah. Bau menyengat ditambah ketakutan yang ia rasakan. Sekujur tubuhnya mulai kaku dan lemas.

Dia pun menengok kebawah dan melihat ada cairan yang telah menyelimuti sepatunya. Ada dua campuran cairan, yang satu bening seperti air dan satunya gelap pekat seperti darah.

Ia tahu jelas bahwa itu adalah kencing yang tercampur dengan darah haid seorang wanita. Mengucur sangat deras. Dan saat itu juga ia mendengar tangisan dan kata tolong keluar dari gadis di bawah pohon itu.

Entah kebodohan apa yang merasukinya, N pun dengan rasa penasaran memuncak berusaha melihat sumber suara tersebut. Ia sudah memikirkan wajah yang rusak atau menyeramkan dari kuntilanak.

Tetapi ia tak melihat itu. Dia tak bisa menemukan wajah gadis itu. Malah ia melihat pohon yang dibelakang gadis itu. Rupanya kepala gadis itu agak transparan. Tidak ada bentuk wajah apapun yang terlihat di sana.

Saat mereka berdua saling menatap, tiba-tiba gadis di bawah pohon itu sekujur tubuhnya mendadak bergetar seperti orang ayan. Dan mengeluarkan suara yang sangat aneh dan tak manusiawi. Ia bergetar begitu kencang seperti hampir tak bertulang.

N yang pikiranya sudah kacau balau, tak peduli lagi dan langsung berteriak sekencang-kencangnya dan lari terbirit-birit. Tak peduli dengan kakinya yang bersimbah air kencing dan darah haid.

Ia langsung lari ke pos satmpan terdekat dan untungnya waktu itu ada pos yang segera bisa ia temui. Meskipun agak jauh jaraknya dari pohon tadi. Tetapi akhirnya suara tak manusiawi dari gadis di bawah pohon tadi sudah tak terdengar.

“Loh, ono opo to mbak, kok playonan bengi-bengi, sampean gak opo-opo? (Loh, ada apa mbak kok lari-lari, mbaknya nggak apa-apa?)” tanya penjaga tersebut.

N pun menjawab “Niku pak, ngisor e wit, onok setan pakk, raine genok, iki sepatuku teles kabeh pak kenek oyoh e ambek getih e (Itu pak, di bawah pohon, ada setan pakk, wajahnya nggak ada, ini sepatu saya basah kena kencing sama darah haidnya),” jawabnya sambil bergelimang air mata dan nafas tersengal.

Anehnya disitu, sepatu si N sama sekali tidak basah dan tak ada darah apapun yang menempel. N sudah sangat lemas dan hampir pingsan dan akhirnya ia meminta tolong penjaga tersebut untuk mengantarnya pulang dan ia pun bersedia dan meninggalkan pos dengan temanya yang lain

Akhirnya di perjalanan si penjaga menjelaskan bahwa si N bukanlah korban pertama. Sudah banyak sekali mahasiswa atau mahasiswi yang ditakut-takuti oleh gadis tersebut. Dengan banyak cara juga.

Ia pun berkata. “Dulu mbak, katanya sih itu adalah mahasiswa yang meninggal dan diperkosa oleh supir angkot waktu dia pulang malam-malam, daripada menakuti, biasanya dia lebih sering meminta tolong, makanya mbak hati-hati ya kalau bisa pulang sama teman jangan sendirian”

N pun hanya bisa mengangguk dengan cemas, dan ia masih bergidik ngeri atas apa yang terjadi padanya barusan. Dan sejak saat itu, ia tak berani lagi jalan sendirian apalagi di malam hari sekitar perpustakaan.

Namun anda tidak perlu takut dengan adanya makhluk yang bersifat gaib tersebut. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak ada satu pun yang mengingkari keberadaan jin dari kaum muslimin. Tidak ada yang mengingkari pula bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus pada kalangan jin. Dan mayoritas orang kafir pun menetapkan adanya jin. Adapun orang Yahudi dan Nashrani, mereka mengakui adanya jin sebagaimana kaum muslimin. Jika ada dari kalangan ahli kitab tersebut yang mengingkari keberadaan jin, maka sama halnya dengan sebagian kaum muslimin seperti Jahmiyah dan Mu’tazilah. Akan tetapi mayoritas kaum muslimin mengakui adanya jin.
Pengakuan seperti ini dikarenakan keberadaan jin itu secara mutawatir dari berita yang datang dari para nabi. Bahkan keyakinan terhadap jin sudah ma’lum bidh dhoruroh yaitu tidak mungkin seseorang tidak mengetahui perkara tersebut[1].” (Majmu’ Al Fatawa, 19: 10).

Ibnu Taimiyah rahimahullah pun berkata, “Seluruh kelompok kaum muslimin mengakui keberadaan jin sebagaimana pula mayoritas kaum kafir dan sebagian besar ahli kitab, begitu pula kebanyakan orang musyrik Arab dan selain mereka dari keturunan Al Hadzil, Al Hind dan selain mereka yang merupakan keturunan Haam, begitu pula mayoritas penduduk Kan’an dan Yunan yang merupakan keturunan Yafits. Jadi mayoritas manusia mengakui adanya jin.” (Majmu’ Al Fatawa, 19: 13).

Sementara dalam surat Al Jin ayat 1 Allah SWT berfirman :
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا
“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.” (QS. Al Jin: 1).

Dalam surat yang sama, Allah SWT pun berfirman:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al Jin: 6).

Juga dalam ayat dalam surat lainnya,
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (QS. Al Ahqaf: 29). (*)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *