Kencing Unta Baik Diminum Manusia untuk Kesehatan, Benarkah?

Kencing Unta Baik Diminum Manusia untuk Kesehatan, Benarkah?

Video manusia minum kencing unta karena kesehatan jadi viral di Twitter.

Kencing Unta Diminum Manusia untuk Kesehatan, Ini Penjelasan medisnya

Konten.co.id – Baru-baru ini viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang meminum air seni atau air kencing seekor unta.

Dalam video berdurasi 1 menit ini terlihat seorang wanita yang meminum air kencing unta dan bertanya halalkah meminumnya. Namun dinilai kencing unta baik untuk kesehatan.

“Nggak habis pikir akuh, kotoran onta di minum? Pantas iq nya kotor. Ngliat nya ajah aku mau muntah” cuit @BundanyaINTANYK.

Hal ini pun mendapat respon netizen. “Rasa onta gurun beda圬isana halal. Tuh berkali2 dia bilang halal ya多alal ya” cuit @jaggermeister.

Sementara akun @Lucky_HS mencuitkan “Apa fungsi kencing onta buat tubuh kita ?”

Dikutip dari hallosehat, air kencing unta sebenarnya telah dijadikan obat alternatif di beberapa wilayah Asia dan Afrika sejak zaman dahulu kala. Namun hingga saat ini, klaim manfaat tersebut masih diragukan oleh dunia kedokteran modern.

Dalam sebuah percobaan sampel jaringan di cawan petri, urin unta ditemukan memiliki kemampuan memblokir produksi trombosit berlebihan serupa dengan cara kerja obat pengencer darah, mirip seperti obat antiplatelet, aspirin, serta clopidogrel yang banyak digunakan.

Penelitian lain juga menemukan hasil yang sama, namun lagi-lagi percobaan hanya dilakukan pada sampel darah, bukan pada manusia langsung.

Sifat antikanker juga terlihat pada dua penelitian yang dilakukan pada jaringan kanker dalam cawan petri dan hewan coba. Pada penelitian-penelian ini, ternyata kencing urin dapat memperkecil jaringan kanker dan juga menghambat penyebaran kanker.

Namun, hingga saat ini sifat antikanker dan penyembuh lainnya dari susu atau air kencing unta masih belum bisa dipastikan.

Selain itu, belum ada penelitian yang dapat melihat manfaat langsung kencing urin dalam uji klinis pada manusia dan belum ada penelitian toksikologi yang menguji keamanannya untuk dikonsumsi.

Masih butuh penelitian mendalam yang lebih banyak lagi untuk mengetahui khasiat air kencing unta yang sebenarnya.

Jadi, bolehkah minum air kencing unta?
Urin unta biasanya dicampur dengan susu unta agar rasa urine-nya bisa tersamarkan. Maka tak heran jika sebagian orang masih bisa menerima campuran urine unta dan susu unta saat mengonsumsinya.

Sama seperti urin manusia, urin unta adalah zat sisa produk buangan dari ginjal. Urin unta juga sama-sama mengandung senyawa amonia dan urea, meski kadarnya lebih sedikit.

Menurut Journal of Cancer Science and Therapy, air kencing unta tidak begitu membahayakan atau merugikan kesehatan manusia.

Namun yang perlu diingat, kandungan mineral garam dalam kencing unta sepuluh kali lipat lebih banyak ketimbang urin manusia. Terlebih meski notabene dibilang aman, urin (entah itu dari manusia atau hewan apapun) tetap mengandung racun dan zat kimia dalam tubuh.

Perlu dipertimbangkan juga, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar dosis yang dibutuhkan untuk mencapai efek obat yang diinginkan. entah itu antikanker, antiplatelet, atau lainnya.

Yang lebih penting, belum ada yang mengetahui seberapa besar dosis yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Bila Anda menakar sembarangan dan mengonsumsinya kebanyakan, alih-alih manfaat, malah justru bahaya yang Anda dapat.

WHO telah melarang meminum air kencing unta sejak tahun 2015
Terlepas dari apa keputusan Anda, WHO telah melarang masyarakat untuk minum air kencing unta sejak tahun 2015 karena bisa memberikan efek mematikan.

Air kencing unta adalah perantara penyebaran penyakit MERS (dikenal dengan Middle East Respiratory Syndrome, sindrom pernapasan Timur Tengah, atau MERS-CoV) dari hewan ke manusia.

Masih dilansir dari WHO, penyakit MERS-CoV ditemukan pada hewan unta dromedari (unta asal Arab Saudi) di beberapa negara termasuk Mesir, Oman, Qatar, dan Arab Saudi.

Gejala penyakit MERS-CoV ditandai dengan demam, masalah pernapasan, pneumonia, gagal ginjal, dan komplikasi mematikan lainnya.

Sama seperti dua tahun lalu, di akhir 2017 WHO terus menekan dan melarang keras masyarakat untuk tidak konsumsi air kencing unta.

Hal ini didasarkan pada laporan penemuan satu kasus tambahan MERS-CoV setelah dilakukan uji lendir di saluran pernapasan pada 10 unta dromedari.

Dilihat dari sisi kebersihannya, masyarakat dianjurkan untuk menghindari kontak dengan unta saat mengunjungi peternakan, pasar, atau area di mana virus rentan untuk menyebar.

Selain itu, Anda wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh binatang, menghindari kontak dengan hewan yang sakit, dan memakan daging yang telah dimasak dengan benar.

Karena inilah, WHO mendesak masyarakat untuk menghindari minum susu atau air kencing unta. Peringatan serupa juga telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI di siaran pers terbarunya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *