Kenalan dengan Khadijah, Feminis Islam Pertama di Dunia

Kenalan dengan Khadijah, Feminis Islam Pertama di Dunia

Siti Khadijah istri pertama Rasulullah SAW yang dikenal sebagai ibu mukmin pertama di dunia

Yuk Kenalan dengan Khadijah, Feminis Islam Pertama di Dunia

Konten.co.id – Nama Khadijah binti Khuwaylid, atau Siti Khadijah istri dari Nabi Muhammad SAW mengemuka dalam perdebatan mengenai peran perempuan dalam Islam. Ia dianggap sebagai feminis pertama dalam dunia Islam.

Lalu siapa sih Khadijah ini?

Ayah Khadijah sendiri merupakan saudagar sukses dari suku Quraisy yang bermukim di Mekah. Dalam masyarakat yang didominasi kaum pria, Khadijah mewarisi keterampilan, integritas, dan keluhuran ayahnya.

Ia mengambil alih bisnis tersebut dan berdagang, mulai dari mebel, tembikar dan sutra melalui pusat-pusat perdagangan utama pada saat itu, dari Mekah ke Syria dan Yaman.

Dia menikah dua kali sebelum akhirnya menikahi Nabi Muhammad SAW. Kedua pernikahan itu dikaruniai anak-anak. Ketika kembali menjanda, ia sangat hati-hati dalam mencari pasangan.

Sebagai perempuan sukses dan hebat, tak sedikit pria ingin meminangnya. Tak ingin lagi menderita ditinggal suami, ia memfokuskan diri sebagai orangtua tunggal, hingga akhirnya meminta Nabi menikahinya.

Cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Khadijah mempelajari sifat dan pengalaman Nabi Muhammad SAW yang mengelola kafilah pada rute perdagangan ketika menyertai pamannya, Abu Thalib. Usianya menginjak 40 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad yang kala itu berusia 25 tahun.

Pernikahan Khadijah dan Rasulullah Muhammad SAW merupakan pernikahan monogami hingga akhir hayatnya 25 tahun kemudian. Kenabian Muhammad mulai sejak pernikahannya dengan Khadijah, ketika menerima wahyu melalui Malaikat Jibril yang membuatnya takut, tegang dan merasa sendiri kala tak seorangpun percaya padanya. Khadijah menghibur dan mendukung suaminya di masa paling sulit dalam hidupnya.

Khadijah, ibu pertama kaum Mukmin, adalah orang pertama di bumi yang menerima Muhammad SAW sebagai nabi terakhir Allah dan menerima wahyu yang memuncak menjadi Al-Qur’an.

Dia disambut dengan “Salam kedamaian” oleh Allah sendiri serta Malaikat Jibril. Dia mewariskan harta duniawi dan menempatkan dirinya untuk menghadapi ancaman bahaya dalam mendukung Nabi Muhammad SAW menegakkan Islam di negeri itu.

Khadijah memberikan penghasilannya kepada orang miskin dan anak yatim, untuk para janda dan orang sakit. Dia membantu gadis-gadis miskin untuk menikah dan memberikan mas kawin bagi mereka.

Khadijah menjadi salah satu wanita paling luar biasa dalam sejarah. Perempuan saleh, sederhana dan berani mencapai cita-citanya. (*)

Sumber : Dari berbagai sumber

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *