KemenPUPR Cegah Banjir Dengan Tanggul Laut Raksasa di Pantai Jakarta

KemenPUPR Cegah Banjir Dengan Tanggul Laut Raksasa di Pantai Jakarta

KemenPUPR cegah banjir lewat program NCICD dengan buat tanggul laut raksasa.

Program NCICD Cegah Banjir Rob Dengan Tanggul Laut Raksasa di Pantai Jakarta

Konten.co.id – Memasuki musim penghujan, banjir akan jadi masalah tahunan di Indonesia. Untuk mencegahnya, Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) punya program khusus National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

NCICD yang dibuat KemenPUPR adalah dengan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

“Semangat Sore #SahabatPUPR , tahukah sahabat kalau tantangan yang dihadapi kota-kota di Indonesia di masa depan tidak hanya kemacetan dan banjir, namun juga perubahan iklim. Maka itu lahir program NCICD. yang bertujuan untuk perbaikan lingkungan” cuit akun @KemenPU.

NCICD sendiri bukan hanya pengendalian banjir tetapi lebih kepada perbaikan lingkungan yang memang sudah melebihi daya dukungnya bagi Jakarta untuk dapat berkembang nantinya.

Salah satu NCICD yang telah Kementerian PUPR bangun merupakan tanggul pantai dan tanggul sungai sebagai fase awal.

“Pembangunan tanggul pantai sangat disyukuri masyarakat karena manfaatnya sangat dirasakan yaitu banjir rob yang sudah jauh berkurang.”

Sementara Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Air dan Sumber Daya Air Firdaus Ali menilai pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall diperkukan untuk menanggulangi banjir rob di Jakarta.

Menurut Firdaus, NCICD merupakan pengembangan lebih terpadu dari giant sea wall. Jika giant sea wall hanya membangun tanggul, NCICD akan mengembangkan kawasan dan wilayah.

“Aspek macam-macam lingkungan, keterpaduan, finansial ekonomi, pengembangan kawasan pantai, tanggul juga akan dijadikan jalur untuk kereta api dan tol sehingga orang tidak perlu lagi masuk ke dalam kota,” kata Firdaus.

Firdaus mencontohkan pembangunan jalan dari Cikarang, Bekasi melalui pinggir pantai yang dibangun tanggul itu sampai ke daerah Banten. Sehingga, beban transportasi terutama truk-truk kendaraan berat itu tidak lagi masuk ke dalam kota termasuk Priok.

“Di atas tanggul itu akan ada macam-macam nanti, ada tanggul baru, ada jalur kereta api, ada jalan tol, ada perumahan nelayan, penampungan nelayan,” katanya. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *