Karma Ahok Berlaku, Sekjen PA 212 Tersangka Penculikan Ninoy Karundeng

Karma Ahok Berlaku, Sekjen PA 212 Tersangka Penculikan Ninoy Karundeng

Ahok pernah mengatakan kalau akan ada yang ditangkap setelah ia bebas dari penjara karena bagian dari karmanya yang menuding Ahok menistakan agama.

Sekjen dan Ketua PA 212 Ditangkap Polisi Karena Karma Menuding Ahok Menistakan Agama

Konten.co.id – Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni 212 Bernard Abdul Jabar sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng. Relawan Jokowi itu mendapat perlakuan kekerasan saat demonstrasi berujung kerusuhan beberapa waktu lalu.

Penetapan tersangka dilakukan setelah Bernard diperiksa sejak Senin (7/10/2019). “Sudah tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (8/10/2019).

Namun, Argo belum mengungkapkan apakah Bernard bakal langsung ditahan atau tidak setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Saya cek dulu surat (penahanannya) sudah ada atau belum,” ujarnya.

Penangkapan terhadap Bernard pun dipercaya sebagai bagian dari karma terhadap mantan Gubernur DKI jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Diketahui jauh sebelum Bernard yang dijadikan tersangka terhadap penculikan Ninoy, tokoh PA 212 Achmad Buchari Muslim juga ditetapkan tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan visa jamaah haji pada 5 April 2019.

Hal ini tentu menyedihkan. Mengingat PA 212 adalah yang menuntut Ahok mundur dan meminta Ahok untuk ditahan karena kasus penistaan agama yang menghina surat Al Maidah ayat 52 saat kampanye Gubernur DKI jakarta tahun 2016 lalu.

“Ahok: “Percayalah, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Mahakuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan satu per satu dipermalukan. Terima kasih”. Terbukti. Ini sdh peserta 212 yg keberapa?” cuit @CH_chotimah.

Hal tersebut diamini oleh netizen lain. “Sifat Allah adalah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.. dan Ahok tetaplah manusia ciptaanNya yg jg memilki hak u diberi kasih sayangNya. dan Mahluknya yg lain bisa saja diuji lewat kasus ahok tsbt.. dan jadilah maka jadilah akan karma tsbt. Wallahu’alam,” cuit @dawulsukri.

“Ketika masih banyak yg tidak percaya thd sebuah konsep pengadilan kehidupan yg dinamakan KARMA, ucapan AHOK menjadi bukti nyata nya. Jika telah menebar maka bersiaplah untuk menuai nya,” cuit @Nelh1012.

Berbeda dengan @Regesaga yang mencuitkan, “Saya gak percaya ucapan Ahok..ngapain percaya dia..masalah yg ditangkap masalah kebodohan sendiri..gada hubungannya sama ucapannya dia..,”

Diketahui Bernard menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus ini, Senin (8/10/2019). Ninoy mengaku dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan saat demo 30 September. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Metro Jaya setelah diizinkan pulang oleh pelaku penganiayaan.

Menurut kesaksian seorang relawan Jokowi, Jack Boyd Lapian, penganiayaan terhadap Ninoy dilakukan di Masjid Al-Falah. Ninoy diinterogasi, dipukuli, dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut oleh sejumlah oknum.

Kata Jack, ancaman pembunuhan itu datang dari seorang yang disebut dengan panggilan ‘Habib’ yang mendatangi masjid tersebut.

Pihak kepolisian sendiri sudah menangkap 8 dari sejumlah tersangka yang diduga menjadi pelaku penculikan dan penganiayaan tersebut. Salah satunya disebut bagian dari organisasi masyarakat.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keterkaitan organisasi masyarakat maupun pelaku-pelaku dalam kasus tersebut.

Selain itu polisi juga sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan relawan pendukung Presiden Jokowi. Mereka yang telah ditetapkan tersangka yakni ABK, RF, IA, AA, ARS, YY, Baros, S, TR, SU, dan R. 10 orang di antaranya sudah ditahan. (*)

Penulis : Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *