Kampanye Cegah Kanker Payudara, Tagar #NoBraDay Trending

Kampanye Cegah Kanker Payudara, Tagar #NoBraDay Trending

Peringatan #NoBraDay diadakan agar kita bjsa lebih peduli penderita kanker payudara.

Peringatan #NoBraDay Dirayakan Sebagai Kampanye Kepedulian Bahaya Kanker Payudara

Konten.co.id – Hari ini, Minggu (13/10 /2019) tagar #NoBraDay jadi trending di Twitter.

Ribuan orang menambahkan tagar tersebut di cuitannya.

“The #NoBraDay is meant for cancer awareness. Please let’s be guided and try our best not to sexualize it. I’m being serious here, I know some people still won’t listen, like me.
Lmao 😂 where those titties at?” cuit @royzkingin.

Sementara @ayotunde_teejah mencuitkan” #NoBraDay A bra is a uniquely democratic tool. It empowers the small, it supports the big and keeps the masses together.”

Dikutip dari Wikipedia No Bra Day atau Hari Tanpa Bra selalu diperingati tiap tanggal 13 Oktober.

No Bra Day konon ditujukan sebagai bagian dari kampanye kepedulian terhadap bahaya kanker payudara.

Peringatan ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa kalangan menilai tidak ada hubungan langsung antara bra dengan kanker payudara, tetapi sebagian lainnya menganggap ini sebagai cara paling efektif.

Tidak diketahui pasti kapan dan bagaimana tradisi No Bra Day bermula. Namun diyakini, kampanye ini mulai ramai sejak 2011 di Amerika Serikat, dengan muatan pesan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Kampanye ini meluas ke seluruh dunia lewat media sosial.

Terlepas dari tujuan No Bra Day, ada banyak mitos beredar yang mengaitkan bra dengan kanker payudara. Salah satunya menyebut memakai bra berkawat atau terlalu ketat bisa memicu kanker payudara. Dipastikan mitos-mitos tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak perlu dipercaya.

Meski tidak berhubungan, sebagian kalangan menganggap No Bra Day sah-sah saja dijadikan sebagai kampanye kepedulian terhadap bahaya kanker payudara.

Terlebih, kampanye ini diperingati pada bulan Oktober, yang memang menjadi Bulan Kepedulian Kanker Payudara. Soal ada keterkaitan atau tidak, kurang lebih sama seperti ketika orang memviralkan Ice Bucket Challenge untuk meningkatkan kepedulian tentang Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

“Itu adalah sebuah kebebasan berpendapat ya. Dari CISC sendiri sebagai suatu institusi sangat menghargai karena awareness masyarakat tentang kanker payudara jadi semakin bertambah, dengan catatan perayaan ini harus sesuai dengan norma yang ada,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum CISC (Cancer Information & Support Center).

Kampanye No Bra Day tidak lepas dari kontroversi. Karena tidak ada kaitan langsung antara lepas bra dengan kanker payudara, banyak yang menganggap kampanye ini menjadikan image kanker payudara menjadi sangat seksual.

Tagar #NoBraDay di media sosial lebih didominasi gambar perempuan bertelanjang dada dibandingkan pesan-pesan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *