Jadi Menhan, Prabowo Masih Dibayangi Pelanggaran HAM

Jadi Menhan, Prabowo Masih Dibayangi Pelanggaran HAM

Prabowo Subianto dianggap memiliki pelanggaran HAM yang berbahaya bagi Indonesia.

Menhan Prabowo Subianto Dianggap Masih Memiliki Pelanggaran HAM

Konten.co.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada kabinet Indonesia Maju.

Namun hal ini tetap tidak mengurangi masalah pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) yang pernah jadi masalahnya.

Dikatakan pengamat politik Hana Lizza dalam akun Twitternya salah satu media asing asal Inggris, The Guardian, membuat headline berita berjudul “Hari Gelap HAM” terkait pengangkatan Pak Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Sementara Sydney Morning Herald mengangkat judul “Dari Musuh ke Koalisi Dalam Enam Bulan.

Dikatakannya ada upaya framing dari media tersebut.

” Usaha framing negatif terus dilakukan oleh media dan jurnalis asing thd Prabowo,” cuitnya.

Pengamat politik Australian National University, Greg Fealy bahkan mengeluarkan pernyataan dugaan pelangaran HAM oleh Prabowo di Timor Leste dan penculikan mahasiswa tahun 1998 yang tidak pernah terbukti.

” Tidak mengherankan bila asing terus memframing Prabowo sebagai pelanggar HAM, karena mereka punya kepentingan disini, khususnya AS, Inggris, dan Australia. Agen CIA banyak bertebaran di Indonesia, mengamati kondisi poleksosbudhankam,” katanya.

Diangkatnya Prabowo menjadi Menhan, lanjutnya, akan menimbulkan hambatan dan ancaman bagi kepentingan mereka di Indonesia.

” Mengingat sosok Prabowo yang berlatar belakang Special Force, beliau pasti memahami intelijen, kontra intelijen, dan operasi Klandestin yg dijalankan asing di Indonesia,”

Ia pun mengajak melihat ke belakang karirnya sebagai militer, Prabowo sukses menjadikan Angkatan Darat Indonesia. Khususnya Kopassus menjadi pasukan yang disegani dunia, bahkan reputasinya melebihi SAS Inggris dan Mossad Israel.

“Pada masanya, beliau mendirikan satuan² baru di Kopassus seperti Sat 81.”

Dalam usianya yang masih tergolong muda untuk ukuran Jenderal bintang tiga, karir Prabowo naik dengan cepat mengiringi prestasinya di TNI AD.

” Beliau pernah melalui pendidikan SFQC 18A di Fort Bragg, dan Spesialisasi antiteror bersama GSG 9 di Jerman. Sesuatu yg langka didapat perwira TNI AD.”

Dengan prestasi dan reputasi yang baik membuat Prabowo menjadi sorotan dunia internasional.

” Terlebih sejak peristiwa 1998 yang digunakan sesama perwira TNI AD yang merasa tersaingi ditambah media asing, CSIS dan lain-lain untuk melakukan pembusukan terhadap Prabowo,” tambahnya.

Pihak asing yang memiliki kepentingan di Indonesia sadar betapa Prabowo yang nasionalismenya sangat kuat akan menjadi ancaman bagi mereka. Seperti pada masa kampanye silam, Prabowo selalu menyebut, kekayaan Indonesia mengalir ke negara lain. Dan itu bukan sekedar dongeng.

Dalam pencalonannya menjadi presiden, lanjutnya pihak asing tersebut juga memiliki andil dalam penjegalan langkah kemenangan Prabowo.

“Contohnya, Stanley Greenberg, yg dengan sukarela menjadi konsultan politik rival Prabowo pada pilpres 2014 lalu. Dia adalah jagonya dalam “memoles” seseorang, ” katanya.

Dua kali dijegal dalam kontestasi pilpres, kini setelah Prabowo menjadi menteri di kabinet Jokowi, mereka belum berhenti memframing Prabowo sebagai sosok pelanggar HAM.

” Dengan berbagai peristiwa versinya, pokoknya masyarakat harus percaya kalau Prabowo adlh pelanggar HAM,” ujarnya.

“Suka maupun tidak suka, dan sekarang menjadi kontroversi, Prabowo adalah Menteri Pertahanan Indonesia. Taktik berjuang boleh berubah, asal tujuan perjuangannya tdk berubah. Semoga secerca harapan masih dimiliki bangsa Indonesia yg sedang dihantam luar dalam agar bs bangkit kembali.”

https://mobile.twitter.com/hannarayliza/status/1187290833839480832
(*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *