Ini Tips Bela Diri Menghindari Serangan Pisau

Ini Tips Bela Diri Menghindari Serangan Pisau

Kemampuan bela diri jarak dekat menghadapi serangan pisau baik untuk anda yang tidak ingin sakit karena pisau.

Tak Ingin Ditusuk Seperti Wiranto, Ini Tips Bela Diri Menghindari Serangan Pisau

Konten.co.id – Menkopolhukam Wiranto baru-baru ini diserang oleh Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang membawa senjata tajam berupa pisau. Wiranto pun mengalami luka di bagian perut yang menyebabkan harus adanya operasi di usus halusnya.

Serangan pisau sendiri bisa terjadi secara tidak terduga dan sangat berbahaya. Di tangan penjahat atau orang berniat menyerang kita, pisau bisa menyebabkan cedera yang lebih parah daripada pistol.

Selain itu, pisau juga lebih mudah didapat. Jika menghadapi serangan pisau, Anda harus tetap tenang, bersikap rasional, dan mempertahankan diri jika perlu.

Berikut Konten.co.id berikan tips menghindari serangan pisau jika anda tidak ingin bernasib sama seperti Wiranto.

1. Fokuskan serangan ke tenggorokan si penyerang.

Menyerang tenggorokan adalah salah satu cara terbaik untuk melumpuhkan penyerang. Dengan pukulan keras ke arah tenggorokan, Anda akan menghantam trakea dan membuatnya kesulitan bernapas. Kemungkinan besar dia akan berhenti menyerang setelah menerima pukulan Anda.

• Persempit jarak untuk melancarkan pukulan. Jika si penyerang terlalu jauh dari jangkauan pukulan Anda, mendekatlah. Dia harus berada dalam jarak serentangan tangan Anda.
• Gunakan siku dan lengan bawah. Semakin keras bagian tubuh yang Anda gunakan untuk menyerangnya, semakin efektif dan menyakitkan pukulan Anda nantinya. Siku adalah tulang yang keras dan Anda bisa menggunakannya untuk menghasilkan pukulan yang kuat.
• Arahkan siku ke tenggorokannya. Gunakan siku sebagai senjata, dan arahkan pukulan ke tenggorokannya. Kerahkan tenaga sebanyak mungkin saat melancarkan pukulan dan manfaatkan unsur kejutan untuk keuntungan Anda..
• Kaburlah. Jika Anda berhasil melancarkan pukulan keras ke tenggorokan penyerang, dia akan kesulitan bernapas. Saat dia membungkuk kesakitan, gunakan kesempatan itu untuk kabur.

2. Tendang selangkangnya.

Jika penyerang seorang pria, tendangan ke arah selangkang akan langsung melumpuhkannya. Gunakan lutut atau tulang kering untuk melancarkan pukulan ke pangkal paha dan menciptakan peluang untuk melarikan diri. Teknik ini dapat diterapkan dengan berbagai jarak antara penyerang dan Anda.

• Jika Anda cukup dekat dengan si penyerang, gunakan lutut. Jarak yang lebih dekat antara Anda berdua memungkinkan Anda menggunakan lutut untuk melancarkan pukulan. Arahkan lutut ke pangkal pahanya dengan segenap kekuatan.
• Jika si penyerang berada dalam jarak serentangan tangan, gunakan kaki atau tulang kering Anda. Menggunakan tulang kering akan lebih baik karena memiliki permukaan yang lebih besar sehingga dapat menyebabkan impak yang lebih kuat. Rentangkan lutut dan ayunkan kaki ke arah selangkang si penyerang.
• Larilah. Setelah si penyerang membungkuk kesakitan atau roboh ke tanah, larilah secepat mungkin.

3. Fokuskan serangan ke arah mata si penyerang.

Mata adalah bagian tubuh yang sangat sensitif dan serangan yang diarahkan ke mata pasti akan menyebabkan penyerang sangat kesakitan. Gunakan teknik ini jika penyerang sangat dekat, misalnya dia mencengkeram dan memiting Anda. Perlu diingat bahwa teknik ini sangat berbahaya dan agak menyeramkan. Jadi, sebaiknya digunakan dalam situasi hidup atau mati.
• Julurkan jari Anda untuk mencolok matanya. Kebanyakan orang akan merasa ngeri saat melihat serangan yang diarahkan ke mata. Jadi, Anda harus bergerak cepat. Ayunkan lengan ke arah wajahnya dengan satu gerakan cepat.
• Colok soket matanya dengan jari sekeras mungkin. Jika Anda hanya mencakar atau mencolok tanpa tenaga, tindakan itu tidak akan efektif. Serangan ringan ini akan menyebabkan rasa sakit, tetapi bisa membuatnya semakin marah. Anda harus menggunakan jari untuk mencolok matanya keras-keras, sambil menekannya ke arah tengkorak.
• Tekan ke bawah. Saat Anda mencolok mata si penyerang, tekan ke bawah ke arah pangkal tengkorak. Sekali lagi, teknik ini bukan untuk mereka yang lemah dan seharusnya hanya digunakan dalam situasi yang sangat genting. Teknik ini dapat menyebabkan kebutaan dan bahkan kematian.
• Kaburlah. Setelah penyerang berhasil dilumpuhkan atau pingsan, segeralah kabur.

Peringatan

• Meskipun Anda marah dan siap melawan setelah berhasil mengambil kendali pisau, jangan mencoba menusuk atau menyabetkan pisau kepada si penyerang. Beberapa negara memiliki undang-undang pertahanan diri yang dapat melindungi Anda atas cedera yang dialami si penyerang, tetapi tidak tertutup kemungkinan Anda akan masuk penjara.
• Jangan melibatkan diri dalam pertarungan dengan pisau, kecuali Anda siap terluka karena itu pasti akan terjadi. Bahkan jika Anda memiliki teknik pertahanan yang sempurna dan sudah menekuni bela diri selama bertahun-tahun, selalu ada risiko Anda akan terluka saat mencoba mempertahankan diri.
• Selalu pertimbangkan untuk menyerah atau melarikan diri sebelum mencoba melawan.
• Jangan panik karena justru akan makin bahaya dan menyebabkan kematian bagi anda sendiri. (*)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *