Indonesia Belum Aman Dari Jurang Resesi Ekonomi Dunia

Indonesia Belum Aman Dari Jurang Resesi Ekonomi Dunia

Meski telah mencapai ambang normal dari batas resesi ekonomi dunia, tapi Indonesia harus menjaga diri dari perlambatan ekonomi.

Dunia Diserang Resesi Ekonomi, Bagaimana dengan Indonesia?

Konten.co.id – Resesi ekonomi saat ini mengancam negara-negara di dunia. Hal ini karena sudah ada beberapa negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Kondisi ini disebut mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chatib Basri menjelaskan, secara definisi resesi merupakan situasi pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Indonesia, dilanjutkannya, masih berada di angka 5 persen. Jadi bisa dikatakan kalau bebas dari resesi.

“Kalau Italia itu sudah bisa dibilang resesi ada kekhawatiran Jerman masuk dan Amerika masuk. Indonesia itu nggak (resesi) yang terjadi adalah perlambatan ekonomi,” kata Chatib, Kamis (3/10/2019).

Dengan perlambatan ekonomi ini, kata dia, akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Dengan demikian, ada kekhawatiran pihak swasta tak akan menambah produksi.

“Misalnya begini, ngapain saya bikin baju kalau tidak ada yang beli? Jadi yang harus dilakukan adalah membuat permintaan meningkat, kalau sudah naik artinya kan ada uang dan dia bisa gunakan uangnya,” jelas Chatib.

Untuk mengatasi itu, yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong permintaan adalah dengan meningkatkan non cash transfers atau bantuan pangan non tunai (BPNT) ditingkatkan cakupannya, hingga bantuan langsung untuk pelatihan.

Agar permintaan terus terjaga dengan baik, dibutuhkan kebijakan yang bisa menarik investasi dari luar negeri. Menurut Chatib, caranya pemerintah harus memperbaiki proses izin agar menjadi lebih mudah.

Selama ini, proses perizinan di pusat seperti di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) cukup mudah namun saat pemodal datang ke daerah justru terjegal perizinan macam-macam dari pemerintah daerah.

“Memang harus diperbaiki proses izinnya. Harus diingat Indonesia kan bukan negara tujuan investasi, sama seperti orang nonton tv kan bisa mana saja. Jadi kalau tidak menarik ya akan ditinggal, makanya harus semenarik mungkin,” imbuh dia. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *