Heboh Transaksi Pakai Dirham di Pasar Muamalah Tangerang

Heboh Transaksi Pakai Dirham di Pasar Muamalah Tangerang

Seperti di Arab, Heboh transaksi Pakai Dirham di Pasar Muamalah Tangerang Konten.co.id – Baru-baru ini di kota Tangerang ramai dengan Pasar Muamalah. Pasar yang digelar setiap hari Minggu di area Masjid An Nabawi, Perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh, Kota Tangerang ini anda bisa belanja tidak hanya menggunakan mata uang rupiah, tapi juga bisa dengan dinar emas

Seperti di Arab, Heboh transaksi Pakai Dirham di Pasar Muamalah Tangerang

Konten.co.id – Baru-baru ini di kota Tangerang ramai dengan Pasar Muamalah. Pasar yang digelar setiap hari Minggu di area Masjid An Nabawi, Perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh, Kota Tangerang ini anda bisa belanja tidak hanya menggunakan mata uang rupiah, tapi juga bisa dengan dinar emas dan dirham perak.

Untuk mendapatkan dinar emas dan dirham perak, panitia mengarahkan pengunjung untuk menukarnya dengan uang Rupiah di lokasi.

Staf Sekretariat Masjid An-Nabawi Arief Baidillah mengatakan Pasar Muamalah baru dua kali digelar dalam dua pekan terakhir. Pagelaran pasar ini diinisiasi oleh seorang ustaz terkemuka yang bekerjasama dengan pihak Masjid An-Nabawi.

“Betul, di sini ada Pasar Muamalah setiap hari Minggu. Setahu saya, baru sebulan terakhir ada Pasar Muamalah di sini,” ujarnya, Selasa (15/10/2019)

Penggunaan dirham dan dinar tersebut, lanjutnya sesuai anjuran Rasulullah SAW. “Jadi uang rupiahnya ditukar. Satu dirham sama dengan Rp 73 ribu,” katanya.

Pasar Muamalah dibuka setelah para jemaah mengikuti kajian di dalam masjid sekitar pukul 10.00 WIB. Pasar ini cukup antusias menarik perhatian jemaah maupun pengunjung.

Sebab, sembako dan perlengkapan muslim yang dijajakan di pasar ini ludes terjual hanya dalam waktu beberapa jam. “Pengunjungnya yang belanja ramai banget,” ungkapnya..

Hal ini pun dianggap negatif oleh warganet terutama di twitter. Akun @sarmus09 misalnya. Ia menilai kalau pedagang di Arab Saudi justru menghormati Indonesia. Bahkan uang rupiah dan pedagang yang mengerti bahasa Indonesia juga ada disana.

“Lebai Di madinah, mekkah, jeddah uang rupiah aja laku, dan penjualnya sampai jago bahasa indonesia karena banyaknya jemaah indonesia dan orang indonesia hobi belanja Kalau di Madinah tuh yang jaga toko sampai manggil2 gue “Ibu”, “Ayu tingting”, “Syahrini”,” cuitnya.

Selain itu, lanjutnya, polisi Arab atau Askar di masjid Nabawi pun sudah terbiasa memanggilnya dengan kata ibu. Ia pun mempertanyakan warga Indonesia yang justru ke arab-araban.

“Askar perempuan di mesjid Nabawi sama Masjidil Haram aja udah bisa manggil perempuan2 tampang indonesia ibu. Lha yang asli indonesia malah sok kearab2an Eh ada juga beberapa teman yang ganti nama akun medsosnya dengan Ummu. Ini Tangerang sok Arab,”

Netizen lain @Annosole menilai kalau adanya pasar Muamalah menarik warga kota Tangerang dari akar budaya Indonesia menuju ke pola hidup kearab-araban.

“Islam Indonesia sedang dalam dilema,antara menghidupi Islam dg budaya Arab atau menghidupi nilai Islam itu sndri dalm konteks Indonesia. Melht fenomena ini saya merasa kashn dg umat muslim yg berasal dr org2 sederhana, mereka dibingungkan oleh berbagai ajaran2 baru, yg seolah menarik mereka dari akar budaya mereka, dan menggantinya dg pola hidup yg kearab-araban…perlu keseriusan dr para pemuka agama Islam utk mencerahkan kondisi ini.”

Sementara @meowleader mencuitkan “Bukankah ada undang² yg mengatur transaksi di Indonesia wajib pakai rupiah?”. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *