GGW Duga Ada Kebocoran Pajak Penerangan Jalan

GGW Duga Ada Kebocoran Pajak Penerangan Jalan

GGW menduga kebocoran pajak penerangan jalan sampai Rp 29,9 miliar.

Garut Masih Gelap, GGW Duga Ada Kebocoran Pajak Penerangan Jalan

Konten.co.id – Garut Governance Watch (GGW) mencurigai adanya kebocoran dana Pajak Penerangan Jalan (PPJ) pada tahun 2016 lalu.

Ketua GGW Agus Sugandhi mengatakan masyarakat diwajibkan dengan adanya Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan telah mengakomodasi berbagai hak Wajib Pajak (WP).

Diketahui pelanggan listrik dari PLN di Kabupaten Garut setiap bulan harus setor Pajak penerangan jalan berkisar 4 – 7 persen dari jumlah tagihan setiap bulannya.

“Rata-rata pemerintah daerah kabupaten Garut menerima setoran tidak kurang dari Rp20,4 Milyar melalui PLN kepada kas Daerah,” kata Agus saat ditemui di kantor GGW Perum Cipta Rama Tarogong Kidul, Garut, Kamis (24/10).

Sementara saat ini masih banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) ddi Kabupaten Garut rusak atau mati. Bahkan, di beberapa kecamatan masih jarang dipasang PJU.

Berdasarkan data GGW yang didapatkam dari PLN Garut, pendapatan hasil dari penjualan listrik terjual oleh PLN tahun 2016 untuk semua jenis tarif mencapai Rp498,7 Milyar. Jika rata-rata 6 persen maka tarif listrik terjual Rp. 29,9 Milyar.

Sementara kata Agus dalam realisasi APBD 2016 pendapatan dari PPJ yang masuk ke dalam Kas Daerah hanya mencapai Rp 21.4 Milyar. “Kami menduga adanya kesenjangan Rp8 Miliar yang mengalami kebocoran pada tahun 2016,” ucapny.

“Dalam tahun-tahun berikutnya kecuali tahun 2019 telah mengalami kenaikan,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan adanya kebocoran pajak penerangan jalan. “Penurunan pendapatan PPJ dan dugaan penyalahgunaan anggaran tidak ada koreksi atau pengawasan dengan akibat hak masyarakat wajib pajak daerah ini sebagian besar masih diabaikan pemerintah,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *