Drone Hope, Siram Tanaman 5 Hektar per Jam

Drone Hope, Siram Tanaman 5 Hektar per Jam

Petani mudah menyiram pupuk dengan drone.

Semprot Tanaman 5 Hektar per Jam Mudah dengan Drone Hope

Konten.co.id – Teknologi drone atau pesawat tanpa awak kini juag digunakan dalam bidang pertanian. Pemuda Temanggung yang tergabung dalam Temanggung Aeromodeling Club (TMGAC) membuat drone diberi nama “Hope’ yang bisa menyemprot hama pertanian dengan mudah.

Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol (Arm) Yusuf Setiaji mengatakan keistimewaan drone ini diantaranya adalah 80 persen material bahannya berasal dari lokal Temanggung. Pembuatnya pun pemuda-pemuda asli Temanggung yang tidak mempunyai pekerjaan tetap tapi memiliki keahlian khusus bidang teknologi.

Kemampuan drone yang mempunyai berat kosong 20 kilogram ini adalah menyemprot lahan tanaman padi seluas lima hektar dalam waktu satu jam.

“Sedangkan kemampuan jelajah drone yang diberi merek “Hope” (harapan) ini mampu mencapai ketinggian sekitar 100 meter,” jelas Yusuf.

Pembuatan drone dimulai pada April 2017 lalu melalui serangkaian penelitian dan ujicoba beberapa kali.

Awalnya, drone dibuat dalam ukuran kecil untuk penyemprotan pestisida dengan ukuran tangki tujuh liter. Kemudian dikembangkan dengan kapasitas lebih besar yakni ukuran tangki penampung cairan pestisida 15 liter.

Drone yang proses pembuatannya hanya memakan waktu selama satu bulan ini dibanderol harga Rp 150 juta hingga Rp 175 juta per unit.

Drone dengan empat baling-baling ini juga dilengkapi teknologi tinggi. Yakni, sonar yang bisa mengukur ketinggian dari tanah dan pohon, penggunaan teknologi global positioning system/GPS (sistem pemosisi global), serta dilengkapi auto pilot.

“Penggunaan drone bisa menghemat waktu dibandingkan penyemprotan secara manual dengan tenaga manusia. Biasanya, lahan sawah satu hektar akan selesai disemprot secara manual dalam 2-3 hari, sedangkan dengan drone bisa menyemprot 4-5 hektar hanya dalam satu jam,” urainya.

Pembuatan drone ini sendiri bermula dari keprihatinan generasi muda yang jarang mau bercocok tanam di sawah. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kodim 0706/Temanggung yang menggandeng sekelompok anak muda dengan hobi aeromodeling dan tergabung dalam Temanggung Aeromodeling Club (TMGAC) untuk mengembangkan teknologi bagi dunia pertanian.

“Drone ini dibuat untuk memacu kembali semangat anak muda agar mau ke sawah. Seolah-olah bekerja sambil bermain,” terangnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *