Dirut PT Inti Jadi Tersangka Suap Proyek BHS

Dirut PT Inti Jadi Tersangka Suap Proyek BHS

Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara (DMP) jadi tersangka karena bukti yang kuat dari penyelidikan KPK.

Terlibat Suap Proyek BHS, Dirut PT Inti Ditahan KPK

Konten.co.id – Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara (DMP) ditetapkan sebagai tersangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo.

Penetapan tersangka terhadap Darman Mappangara dilakukan setelah KPK mencermati serta mengantongi fakta-fakta yang berkembang di proses penyidikan untuk tersangka sebelumnya. KP‎K menemukan dugaan keterlibatan pihak lain yakni, Dirut PT INTI.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Darman diduga bersama-sama dengan stafnya, Taswin Nur, yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, menyuap Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam (AYA).

“Tersangka DMP selaku Direktur Utama PT INTI diduga bersama-sama TSW memberi suap kepada AYA, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk ‘mengawal’ agar proyek Baggade Handling System (BHS), dikerjakan oleh PT INTI,” tuturnya, Rabu (3/10/2019).

Atas perbuatannya, Darman disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan BHS tahun 2019. ‎Dua tersangka tersebut yakni, Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam dan staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Taswin Nur. (*)

Penulis : Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *