Dikorupsi Rp 400 Juta, Sapi Perah Garut Tidak Sesuai Spesifikasi

Dikorupsi Rp 400 Juta, Sapi Perah Garut Tidak Sesuai Spesifikasi

Dari 120 sapi perah, 22 sapi dinyatakan tidak bunting hingga merugikan negara rp 400 juta.

Korupsi Sapi Perah di Garut Rugikan Negara Rp 400 Juta dan Tidak Sesuai Spesifikasi

Konten.co.id – Kasus dugaan korupsi sapi perah di Kabupaten Garut hingga menyeret 4 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perikanan Peternakan dan Kelautan (Distanakla) Kabupaten Garut merugikan negara hingga Rp 400 juta.

Pengadaan sapi perah ini juga diketahui tidak sesuai spesifikasi. Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka menuturkan, modus yang dilakukan dengan mengadakan sapi perah oleh tersangka.

Padahal prosesnya sudah melalui lelang dan dimenangkan oleh tersangka YS selaku penyedia barang. “Jadi yang menang lelang itu perusahaan YS. Tapi orang dinas yang mencari sapinya. YS lalu memberi uang Rp 100 juta ke dinas setelah sapi didapatkan,” ujar Deny, Rabu (16/10/2019).

Pengadaan sapi perah bunting dari APBN 2015 itu memiliki pagu anggaran sebesar Rp 2,4 miliar yang akan digunakan untuk membeli 120 sapi perah bunting, pakan, dan uji laboratorium.

Dari 120 sapi perah, terdapat 22 sapi yang tidak bunting. Selain itu ada sapi bunting tapi belum sampai empat bulan.

Padahal dalam pagu anggaran sudah dijelaskan jika sapi yang dibeli harus sapi bunting usia empat bulan.

Anggaran satu ekor sapi ditetapkan sebesar Rp 19,5 juta. Sebanyak 22 sapi tidak bunting itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 429 juta. Anggaran untuk pakan dan uji laboratorium sebagian juga tidak dilaksanakan.

“Biaya uji lab itu Rp 45 ribu per ekornya. Sedangkan pakan sebesar Rp 120 ribu per ekor. Dana itu sebagian tidak dipakai,” ucapnya.

Dalam menentukan sapi bunting dan tidak, tambanya, para tersangka hanya berbekal sertifikat kebuntingan dan pemeriksaan otodidak. Padahal seharusnya, untuk menentukan usia sapi bunting, harus memakai alat pendeteksi.

“Kalau sudah tahu sapinya tidak bunting atau belum empat bulan bunting, harusnya ditolak. Tapi mereka sengaja memasukannya,” katanya.

Sebelumnya Empat orang Aparat Sipil Negara (ASN) Dinas Perternakan dan Kelautan (Disnakanla) Kabupaten Garut dan satu orang penyedia barang ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi dana sapi perah tahun 2015.

Kelima tersangka berinisial AS, YY, dan S selaku Pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP), lalu DN Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YS selaku penyedia barang.

Besaran proyek APBN sapi perah tersebut memiliki nilai proyek Rp2.3 miliar. Dengan lokasi di Kecamatan Cilawu dengan Kecamatan Cisurupan. Kelima tersangka sendiri ditetapkan usai Kejari memiliki bukti yang kuat. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *