Dari Yoga, Warga Indonesia Sukses di Jerman

Dari Yoga, Warga Indonesia Sukses di Jerman

Kisah Pelatih Yoga Asal Indonesia di Jerman Konten.co.id – Yoga bisa membuat hidup setiap orang jadi tentram dan tenang. Begitu juga Adhe Eberz. Perempuan Indonesia yang berasal dari kota Medan ini kini namanya semakin berkibar karena yoga. Eberz dulu pernah bekerja di perusahaan pengolahan kelapa sawit, setelah tamat kuliah ekonomi. Di perusahaan itulah ia bertemu

Kisah Pelatih Yoga Asal Indonesia di Jerman

Konten.co.id – Yoga bisa membuat hidup setiap orang jadi tentram dan tenang. Begitu juga Adhe Eberz. Perempuan Indonesia yang berasal dari kota Medan ini kini namanya semakin berkibar karena yoga.

Eberz dulu pernah bekerja di perusahaan pengolahan kelapa sawit, setelah tamat kuliah ekonomi. Di perusahaan itulah ia bertemu dengan suaminya yang orang Jerman.

Setelah menikah dan pindah ke Jerman, ia awalnya menjadi ibu rumah tangga, dan membesarkan dua putranya. Setelah mereka besar, ia ingin kembali bekerja dan membantu keuangan rumah tangga. Lantaran situasi keuangan keluarganya amburadul.

Ia bercerita, suaminya kerap memberikannya buku-buku yang mengajarkan tentang bagaimana mengembangkan kepribadian untuk menghadapi hidup. Di buku-buku itu, ia kerap membaca, bahwa melakukan yoga efeknya sangat baik.

“Sejak kecil, saya memang sebenarnya menyukai olah raga,” katanya.

Tak diduga, apa yang dicarinya sekarang juga ditemukan. Suatu hari, ketika berbelanja di sebuah toko barang dan bahan makanan Asia, ia melihat plakat pengumuman tentang pendidikan untuk menjadi guru yoga.

Ia segera pulang dan mendiskusikannya dengan suaminya, yang sangat mendukung keinginannya. Akhirnya ia mengikuti pendidikan guru yoga selama dua tahun. Tahun 2018 ia menyelesaikan pendidikan, dan langsung bekerja di sport club yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Di sana ia menyadari bahwa, waktu yang dilewatkannya bersama murid-muridnya sangat terbatas. Begitu pelajaran selesai, ia dan murid harus keluar dari ruangan, karena ruangan akan dipakai untuk aktivitas lain. Itu tidak cukup baginya.

Karena ia ingin mempunyai hubungan lebih akrab dengan murid-muridnya. Oleh sebab itu, ia akhirnya membuka studio sendiri.

Ketika ditanya apakah tidak merasa kehilangan karena tidak melanjutkan karir di bidang ekonomi jawabannya pun mengejutkan. “Tidak” ungkapnya.

Ia bertutur, orang Indonesia biasanya menginginkan anak-anak mereka menjadi sarjana. Sehingga ketika di Indonesia, ia tidak terpikir untuk menempuh pendidikan lain.

Selain itu, di Indonesia orang kerap memikirkan apa yang orang katakan sehingga membuat orang terkekang.

Oleh sebab itu ketika putra pertamanya tamat sekolah, ia mengajarkan untuk tidak mendengarkan saran dan nasehat orang lain, melainkan mengikuti kata hati sendiri.

Itulah juga pesannya bagi generasi muda Indonesia. “Jangan lelah mencoba, sampai menemukan apa yang kalian impikan” tukasnya. (*)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *